Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

EKSPERIMEN: mahasiswa tata rias sedang mencoba mengukir pacar ditangan pengunjung bazar.

 SURABAYA- Dalam rangka memperingati hari Ibu mahasiswa program studi  PKK (Tata Boga, Tata Busana, dan Tata Rias) Unipa Surabaya berbagi bunga sebagai simbol kehormatan dan penghargaan kepada kaum Ibu. Kegiatan seperti ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya. Hal ini diungkapkan oleh Diana Evawati Dosen PKK Unipa Surabaya. Selain berbagi para mahasiswa juga menggelar bazar kewirausahaan yang  bertajuk “Tempoe Doeloe” yang bekerjasama dengan BEM. Acara ini kali pertama dilakukan di Gelora Hastabrata Adi buana.

Menurut Diana Evawati Dosen PKK Unipa Surabaya, para mahasiswa harus bekerja keras karena kegiatan ini merupakan aplikasi dari ujian mata kuliah kewirausahaan. Jadi, jika tidak mengikuti dianggap tidak lulus dalam mata kuliah ini. Untuk itu, ini difokuskan pada mahasiswa PKK (Tata Boga, Tata Busana, dan Tata Rias) angkatan 2012-2014. Ini merupakan kegiatan serangkaian yang puncaknya nanti pada seminar. 

Kegiatan ini untuk melatih dan menanamkan budaya kewirausahaan, mencari bibit baru yang berbakat dalam boga, busana, dan rias. Selain itu, mahasiswa harus belajar mengatur keuangannya karena dalam kreasi ini  mahasiswa menggunakan modal masing-masing. “Tambah Diana.

Menurut Rima panitia kegiatan, bazar dilaksanakan selama dua hari, dimulai tanggal 22 s.d. 23 Desember 2014. Hari pertama, ada lomba kreasi busana dan lomba makan pedas. Hari kedua, Fusion food competition dan lomba kreasi rias. Dari lomba ini akan diambil juara I, II, dan III untuk menapatkan piala dan piagam penghargaan.

Untuk jurusan Tata Boga akan membuat macam-macam kreasi masakan, Tata Busana keasi asesoris, dan menerima baju jahitan, dan Tata Rias akan membuat mahendi, massage, dan make-up fantasi (body painting). Untuk pengunjung yang datang bisa langsung mencoba.  Nah, Untuk kriteria penilaiannya harus kreatif sesuai tema yaitu “tempoe doeloe”, dan harus ada maskot stand. “Tukas Rima panitia kegiatan.

Sementara itu, Naini peserta bazar dari Tata Boga mengaku kesulitannya pada produksi yang harus menyesuaikan tema dan keselarasan dekorasi. Berbeda dengan penuturan Nurrahmawati dari Tata Rias kegiatan seperti ini menarik kami mengambil tema “Eksotika Etnik Indonesia”, baik dekorasi, body painting semua menyesuaikan, semoga bisa menang. (rohma)


  • Akademik
  • Humas