Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

PEMBUKAAN: Prof. Toho Cholik (Ketua ISPI Prov. Jatim) berpidato saat upacara pembukaan Munas ISPI VII dan Seminar Nasional.

 

SIDOARJO- Dunia pendidikan kembali melakukan pergerakan yang positif. Setelah empat tahun fakum ISPI Provinsi Jatim kembali menunjukkan gaungnya. Hal ini terbukti dengan dikibarkannya bendera ISPI yang sekaligus bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Negeri Surabaya ke-50 tahun. Terselenggaranya Munas ISPI VII ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama dari beberapa pihak, mulai dari Pengurus Pusat ISPI, Pengurus Daerah ISPI Jatim, Unesa, UNM, dan Unipa Surabaya. Musyawarah Nasional ini diharapkan dapat menghasilkan sinergi yang positif bagi dunia pendidikan. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua ISPI Jatim Prof. Toho Cholik.

“Dalam Munas ISPI VII dan Seminar Nasional Pendidikan kali ini  mengambil tema “Reorientasi Pendidikan Nasional dan Pendidikan Guru Masa Depan” hal ini sesuai dengan niat kita semua dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di negeri ini.”Terang Prof. Toha Cholik.

Sementara itu, dalam konferensi pers Prof. Warsono Rektor Unesa Surabaya mengatakan, dalam Munas ISPI ini diharapkan akan mampu memunculkan pikiran-pikiran cerdas yang akan berguna untuk kemajuan pendidikan kita. Mengenai K.13 Prof. Warsono tegas menjawab pada prinsipnya konsep K.13 sangat baik hanya implementasinya perlu dipersiapkan dengan baik, sambil berjalan memperbaiki apa yang masih kurang. Seorang guru harus bermental kaya.  

Sedangkan, Prof Sunaryo Kartadinata Ketua Umum PP-ISPI & Rektor UPI menghimbau bahwa pendidikan sebagai sebuah profesi. Namun, yang menjadi pertanyaan kita apakah pendidikan kita akan mengarah ke yang lain atau mau dialihkan kemana, di sini yang perlu diketahui bahwa ISPI selain sebagai organisasi profesi juga  organisasi yang mandiri.

Rektor Unipa Surabaya Dr. Sutijono juga mengatakan, kalau K.13 itu sudah baik, apa yang baik itu perlu proses, waktu, dan pemikiran yang matang. Untuk itu, segala resiko yang ada akan dapat diatasi. Kurikulum 2013 saat ini memang menjadi buah bibir dikalangan pendidikan bahkan para siswa dan wali murid juga resah dengannya (red),  Kurikulum sebuah mode yang bisa dicontoh dan menjadi pedoman seluruh Indonesia.”Terang Sutijono.

Sedang Prof. Soedijarto Ketua Dewan Pembina PP-ISPI menegaskan, jangan main-main dengan perubahan kurikulum karena dampaknya luar biasa. K.13 itu konsep, terjadi proses belajar yang bermakna. Pertanyaannya adalah siapkah kita dengan itu, mulai dari sarpras sampai kendala yang dihadapi. Dalam ISPI tidak ada moratorium harus berpikir holistik, kurikulum harus terjadi dan bermakna, untuk itu, banyak hal yang harus diperhatikan, contoh sederhanya adalah supaya pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru. Jika melihat Undang-undang kedepan, harus memikirkan secara holistik agar bisa menghasilkan pendidikan yang bermakna.

Nah, dari semua yang disampaikan menurut Prof Sunaryo anak didik ke depan harus berpikir kreatif memanfaatkan teknologi yang ada tetapi tidak terlepas dari jati diri bangsa. Saat ini kita harus siapkan guru yang otonom, guru yang professional, untuk merevitalisasi pendidikan.

“Semoga, dari Munas ISPI VII & Seminar Nasional dapat memberikan output yang baik. Output di sini ada tiga yang ingin dicapai yaitu, hasil Munas ini akan disampaikan ke Menteri, kedua, untuk menyiapkan pengurus baru, ketiga, akan banyak yang memberikan partisipasi.”Tambah Prof. Toho Cholik.  

 Nantinya, Munas ISPI VII akan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 5 s.d. 7 Desember 2014 di Hotel Utami sidoarjo. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sidang komisi yang menjadi perdebatan adalah Komisi A dan Komisi B.  Untuk komisi A AD/ART penambahan 2 pasal awalnya 24 menjadi 26 pasal. Sedangkan Komisi B mengenai Program Kerja ada sedikit tambahan bahwa lulusan SI LPTK yang diwisuda wajib menjadi anggota ISPI dengan kontribusi Rp. 20.000/orang. Untuk Univ. Negeri akan dimulai dari UPI dan Swasta dari Unipa Surabaya. Nantinya, skripsi akan dimuat di jurnal dan untuk mengirim artikel ilmiah, dan jurnal internasional harus beranggotakan ISPI. Hal ini semata-mata untuk menciptakan suasana baru. Sidang komisi ditutup pukul 20.20 wib. Yang selanjutnya tim formatur yang berjumlah 5 orang  bertugas membentuk kepengurusan periode 2014-2019 yang terdiri dari (1) Prof. Toho Cholik, (2) Prof. Sunaryo, (3) Prof. Azis, (4) Prof. Sufyarma Marsidin, (5) Dr. Tjipto Subadi.

Pengurus ISPI (Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia) yang terpilih Masa Bakti 2014-2019 (dalam lampiran) berjumlah 17 orang tersebut dilantik oleh Prof. Aziz Dewan Pembina ISPI. Kepengurusan mayoritas masih diduduki oleh pengurus lama.  

Rektor Unipa Surabaya H. Sutijono, MM mengucapkan selamat Munas ISPI VII dan Seminar Nasional berjalan lancar. Selamat pula kepada Prof Sunaryo yang terpilih kembali sebagai Ketua ISPI Masa bakti 2014-2019. Apa yang sudah kita lakukan sebagai sebuah loyalitas dan dedikasi. Syukur ISPI terbentuk semoga bisa seperti slogan Unipa Surabaya PAGI (Peduli, Amanah, Gigih, Inovatif) bersama membangun pendidikan lebih baik di masa mendatang. Epat pukul 22.38 Wib. H. Sutijono MM menutup

Munas ISPI VII dan Seminar Nasional. (rohma)


Download File: SK MUNAS 2014
  • Akademik
  • Humas