Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

PERSEMBAHAN:mahasiswa PGSD Unipa Surabaya menampilkan tarian gandrung banyuwangi sebagai ungkapan selamat datang kepada para tamu undangan ICETA 5.

 

SURABAYA- Seminar internasional ICETA 5 (International Conference Educational Technology Adi Buana) kembali mendapat respon yang positif dari para peserta. Hal ini menandakan acara yang di selenggarakan oleh Pascasarjana Unipa Surabaya tersebut berhasil dilaksanakan. Tentunya, ini bukti dari sebuah eksistensi, karena ICETA bukan kali pertama dilaksanakan melainkan ini sudah kelima kalinya terhitung sejak tahun 2009. Melalui forum ini, semoga dapat menjawab tantangan-tantangan pendidikan. Belajar dari kemajuan bangsa di dunia telah menginspirasi Unipa Surabaya dalam mencapai kemajuan institusi. Hal ini diungkapkan Rektor Unipa Surabaya H. Sutijono dalam pembukaan ICETA 5 di Gramedia Expo. Sabtu, (24/5).

Menurut H. Sutijono, Unipa Surabaya telah meletakkan karakter pendidikan sebagai pilar pertama. Melalui ICETA 5 nilai-nilai kebersamaan individu antar bangsa yang disertai dengan sikap saling peduli dan mendukung dapat dikedepankan dengan demikian kita akan sanggup menjawab tantangan global dunia pendidikan untuk merekonstruksinya.   

Dr. Rufi’i ketua pelaksana kegiatan menegaskan,  Acara ini terbentuk dari adanya MOU antara Unipa Surabaya dengan Univ. Malaya, dan Univ Sultan Idris Malaysia. Dan  untuk menyelenggaran ICETA harus melibatkan 3 negara. Kebetulan kita bekerjasama dengan dengan Amerika, Kamboja, Malaysia. Tujuan dari ICETA sendiri, untuk mempublikasikan karya ilmiah bukan hanya lokal tetapi internasional. Kelemahan dari bangsa kita adalah kurang berani dalam mempublikasikan karyanya sendiri sehingga tidak dikenal.

“Seminar ini sangat istimewa karena dihadiri oleh Iskandar W. ketua PPLP PT PGRI, Prof. Ramlee Mustapha (Univ. Education Sultan Idris Malaysia), Prof. Saedah Siraj (Dekan Univ. Malaya), Surya Dharma (Dirjen Dikti Kementerian Pend. RI).  Konsep seminar sendiri, dengan sistem paralel  dibagi 11 ruang dengan rata-rata peserta 30 orang. Pesertanya sekitar 400 orang. Mereka terdiri dari dosen, mahasiswa pascasarjana, dan alumni. Mereka berasal dari Unipa dan  dari luar Unipa Surabaya. ”Terang Rufi’i.

Sementara itu, Subandowo Direktur Pascasarjana Unipa Surabaya mengatakan, bahwa tema besar dalam agenda ini untuk menjembatani menuju pendidikan yang memunyai peradaban yang lebih bagus artinya peradaban tanpa meninggalkan nilai kebangsaan. Untuk itu, dibutuhkan adanya kerjasama dengan luar negeri agar kita tahu kekurangan kita. Tantangan yang ada di masyarakat dapat kita berikan solusi bukan menambah persoalan. Sejatinya, pendidikan itu tidak boleh jauh dari etika dan harus berbudaya. (rohma)


  • Akademik
  • Humas