Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Surabaya - Universitas Adi Buana Surabaya (unipasby) akan segera mengembangkan pusat studi kepramukaan. Ini dilakukan sebagai upaya untuk menyambut kurikulum 2013, yang mewajibkan ekstrakulikuler pramuka disekolah-sekolah. Hal ini diungkapkan Rektor Unipa Surabaya H.Sutijono, di acara pembukaan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pembina Pramuka dikampus Unipa menanggal kamis 21 maret 2013.

Menurut H.Sutijono, dengan adanya kewajiban ekstrakulikuler Pramuka disekolah, maka kedepan, tentu saja kedepan akan butuh banyak pembina. Nah, untuk itu unipa ingin mencetak pelatih-pelatih pramuka yang bagus. Dengan begitu, diharapkan ilmu yang mereka miliki dapat menular ke siswa dan membuat para siswa yang berkualitas juga.

"Pada pembinaan Pramuka, peran pembina sangat penting. Apalagi mereka membina siswa supaya memiliki karakter yang bagus, serta berjiwa nasionalisme tinggi", terang Sutijono.

Di Unipa Surabaya sendiri, kata Sutijono, memiliki Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP). Nah, para lulusannya nanti diharapkan tidak hanya mahir dalam hal mengajar saja, namun punya keahlian lain dibidang ke-Pramukaan.

Pembukaan acara KMD Pembinaan Pramuka kemarin, dilakukan oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya - bapak Bambang DH. Bambang Mengapresiasi kegiatan ini, karena sangat penting bagi generasi muda untuk menumbuhkan jiwa nasionalismenya.

Sementara itu Penanggung Jawab Acara KMD Adalah Pembina Pramuka Unipa Surabaya yaitu Sunyoto Hadi Prayitno menambahkan, kegiatan ini berlangsung pada 21-23 Maret 2013. Ada sekitar 163 peserta dari mahasiswa Unipa Surabaya, serta sebagian peserta dari luar. Mereka dibekali dengan pengetahuan secara umum, baik teori maupun praktik. Ada pula kegiatan dalam ruangan serta diluar ruangan.

Untuk hari kamis peserta melakukan kegiatan di dalam ruangan saja, Sedangkan pada hari jumat dan sabtu ada praktik lapangan tentang pengembaraan semalam suntuk. Pada pengembaraan semalam suntuk, setiap peserta hanya dibekali beras sebanyak satu gelas parafin, mi instan, dan ponco. Dengan begitu mereka diajak untuk belajar keterampilan hidup yang tidak bisa didapat di bangku sekolah."Banyak manfaat yang diperoleh dengan adanya KMD ini", tukas Sunyoto


  • Akademik
  • Humas