Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

SESI TANYA JAWAB: Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Timur Brigjen TNI M. Syafi'e K saat berinteraksi dengan salah satu peserta

 

Surabaya- Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Jawa Timur Brigjen TNI M. Syafi'e K memberikan pembinaan kepada MENWA Mahasurya Jatim tentang wawasan kebangsaan dan menangkal radikalisme di Gelora Hasta Brata Adi Buana Surabaya. Talk show ini sebagai bentuk upaya mengantisipasi maraknya cyber war di era digital yang mengancam para generasi muda Indonesia. Rabu, (29/1).

 

Menurutnya, di zaman IT seperti sekarang ini perlu memberikan pembekalan kepada mereka mengenai pengaruh cyber dari luar ini. Sehingga, mereka bisa tahu mana yang benar dan tidak. "Sebagian besar mereka mengerti kadar bahaya dari cyber war karena mereka bisa dengan gampang akses internet melalui handphone atau komputer yang mereka miliki,"kata Brigjen TNI M Syafi'e. Menwa di sini diharapkan bisa menjadi kader di perguruan tinggi karena seperti yang kita semua tahu organisasi ini sangat solid dengan visi kebangsaan yang kuat, semoga mereka bisa melindungi dan menjadi partner kawan-kawan yang ada di kampus.  

 

 

Sementara itu, Komandan Menwa Mahasurya Jatim Dr Untung Lasiyono SE MSi mengatakan, keberadaan Menwa tidak lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) supaya tidak ada yang mengusik, mengganggu, bahkan NKRI terpecah belah. Oleh sebab itu, Resimen Mahasiswa Jatim tetap menggalang sesuai tugas dan fungsinya baik di kampus maupun di luar kampus. Salah satunya, selalu menanamkan nilai-nilai kebangsaan baik pada diri Menwa maupun di dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Salah satu contoh kegiatan yang dilakukan adalah seperti yang dilakukan hari ini yakni mengkaji "Social Ability MENWA Mahasurya di Perguruan Tinggi  dalam Menangkal Cyber War di Era Digital", supaya Menwa selalu memegang prinsipnya sebagai anggota harus selalu setia pada negara dan mampu menjaga keutuhan NKRI.

 

"Menwa harus responsif tentang adanya perkembangan teknologi di era industri 4.0. Banyak hal-hal yang merupakan ancaman yang menjadi hambatan-hambatan negara yang tidak nampak melalui media teknologi, tentunya Menwa harus waspada,"terang Warek II Unipa imi. Dia berpesan agar jangan mudah terbawa isu dan hoax. Oleh karena itu, untuk pembekalan ini sangat penting agar mereka bisa memahami memahami bagaimana ancaman, gangguan, dan bagaimana menangkal itu semua.

 

Talkshow ini diikuti 25 perguruan tinggi perwakilan se Jawa Timur. Antara lain, Menwa dari Universitas Negeri Surabaya,  Universitas Airlangga,  ITS,  Stesia,  Untag, Unusa, Stikes Hang Tuah,  Univ Hang Tuah,  Ubhara,  Universitas Negeri Jember, Universitas Muhamadiah Lamongan, Univeraitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malanh, dsb.

 

 

 

 


  • Humas