Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

CINDERAMATA: Wiryo Nuryono, S.Pd., M.Pd ( kiri) narasumber dari Unesa menerima cenderamata dari Kaprodi Bimbingan dan Konseling Unipa, Ayong Lianawati SPd, MPd.

 

Surabaya- Penanganan terhadap trauma yang dialami oleh seseorang tentu tidak bisa dianggap enteng. Hal itulah yang mendasari Program Studi (prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya menggelar seminar nasional yang bertajuk “Media Kreatif dan Inovatif dalam Pelayanan Konseling Traumatik”.  Minggu, (5/1).

 

Acara yang digelar di Kampus I Ngagel Dadi Surabaya ini diikuti kurang lebih 235 peserta. Mereka terdiri dari guru BK tingkat SMP/SMA/SMK sederajat  se-Gerbangkertasusila dan Tuban serta para mahasiswa prodi BK dari dalam dan luar Unipa Surabaya. “Kami ingin melatih mahasiswa khususnya dalam menangani masalah yang berhubungan dengan trauma,”kata Ayong Lianawati SPd MPd Ketua Program Studi BK Unipa.

 

Dia mencontohkan, trauma psikis seperti dampak dari pemakaian gadget yang berlebihan, bulliying dan juga bencana alam. Apabila tidak ditangani dengan tepat bisa berdampak buruk bagi kehidupan dia selanjutnya. Biasanya, mereka yang mengalami trauma, akan menjadi pribadi yang kurang percaya diri dan cenderung tertutup. “Mereka yang senang dengan gadget akan menjadi pribadi yang introvert dan cenderung asik dengan dunianya sendiri,”Kata Ayong.

 

Oleh karena itu, dia ingin setelah menempuh mata kuliah ini mahasiswa bisa paham dalam menangani masalah trauma karena hal ini tidak bisa diremehkan. Untuk melatih mereka kami sering melakukan kegiatan trauma healing ke korban bencana alam atau lainnya untuk membantu pemulihan kondisi mental psikologis sehingga bisa menjalani kehidupan secara normal kembali.

 

Pihaknya juga menyampaikan, bahwa prodi BK Unipa kini juga memiliki program untuk menggandeng sekolah-sekolah tingkat SMA/MA/SMK di Kota Surabaya  untuk menggelar psikotes yang tujuannya untuk mengetahui minat bakat siswa, sehingga diharapkan setelah lulus dia tidak salah pilih jurusan. Sekarang sudah ada sekitar 20 sekolah di Surabaya yang siap bekerja sama dengan BK Unipa.

 

“Setelah ini, kami juga akan melaunching layanan konseling yang diperuntukkan untuk masyarakat umum. Dan melatih beberapa guru di Kemenag Lamongan dan Gerbangkertasusila untuk program hypno konseling ini,”tambah dosen pengampu mata kuliah konseling traumatik ini.


  • Akademik
  • Humas