Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Penandatanganan Kerjasama- Rektor Unipa Drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA saat menandatangani naskah kerja sama dengan 24 universitas di China.

 

Surabaya- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri. Setelah Beberapa waktu lalu menjajaki kerja sama dengan Sharda University, India. Kali ini, Unipa menjalin kerja sama dengan dua puluh empat universitas di China. Bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang langsung dilakukan oleh Rektor Unipa Surabaya Drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA di Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya. Selasa, (29/10).

 

Beberapa universitas dari China yang hadir, antara lain Nanjing University of Posts and Telecommunications, Yancheng Institute of Technology, Yancheng Teachers University, Jiangsu Vocational College of Information Technology, Suzhou Vocational Health College, Wuxi Vocational Institute of Arts & Technology, Yangzhou Polytechnic Institute, Jiangsu Vocational Institute of Architectural Technology, Xuzhou College of Industrial Technology, Xuzhou Kindergarten Teachers College, Jiangsu Education Services for International Exchange, Southeast University, China University of Mining & Technology, Nanjing Agricultural University, Nantong College of Science and Technology, Xuzhou University of Technology, Nanjing University of Information Science & Technology, Nanjing Tech University, Nanjing University of Chinese Medicine, Jiangsu Ocean University, dsb.

 

Kedatangan delegasi 24 Universitas dari China ini dikoordinir oleh direktorat kerja sama Unesa Dr Sujarwanto MPd dan Jiangsu Province. Mr Deng dari Jiangsu Province mengatakan, sangat terkesan dengan universitas di Jawa Timur. Dia berharap dalam waktu dekat ada mahasiswa Tiongkok yang belajar di sini.

 

 

Rektor Unipa Surabaya Djoko AW juga menyambut baik kerja sama dengan 24 universitas dari China tersebut. Rektor mengaku bangga dengan pengembangan kerja sama yang dilakukan dengan universitas internasional. Ia menegaskan, beberapa manfaat yang diperoleh dari kerja sama ini, seperti dapat melakukan join riset, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen yang berprestasi, dan pertukaran karyawan. "Begitu pun sebaliknya mahasiswa China yang mau belajar bahasa Indonesia di Unipa akan gratiskan biayanya,"tutur Djoko.

 

Djoko menambahkan, kerja sama ini akan dilanjutkan dengan Memorandum of Agreement (MoA) yang kemungkinan akan dilakukan pada 24 Desember di China. Dia berharap dengan kerja sama bisa berkembang yang akan membangun budaya akademik yang akan menunjukkan keunggulan dari masing-masing perguruan tinggi.

 

 

 


  • Akademik
  • Humas