Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Mesin penggoreng kerupuk elektrik karya dosen Unipa

 

Sidoarjo- Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kerupuk Melarat berkembang di Desa Grabagan Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 2010 dengan produktifitas rata-rata 40 kg per hari. Namun, permasalahan yang muncul dalam proses penggorengan yang masih menggunakan mesin penggoreng kerupuk bertenaga manusia (konvensional) sehingga kuantitas produk belum maksimal. Hal inilah yang menggelitik tiga dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yakni Atmiasri ST MT, Ir Rony HR Fora ST MT dan Linda Dwi Rohmadiani ST MT melakukan kegiatan pengabdian masyarakat guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

"Program yang ditawarkan kepada para pengusaha UMKM di Desa Grabagan kali ini adalah penggunaan mesin pengering kerupuk melarat elektrik tipe kabinet menggunakan LPG sebagai pengganti mesin tenaga konvensional,"terang Atmiasri. Dengan menggunakan mesin pengering elektrik maka produksi lebih efisien kurang lebih 320%, lebih bersih dan menghemat lahan. 

 

Atmiasri menjelaskan, jika hanya mengandalkan cuaca para pengusaha membutuhkan waktu 1-2 hari di musim kemarau sedangkan di musim penghujan lebih lama kurang lebih 3 hari untuk proses pengeringan. "Metode ini tidak efisien dari segi waktu, panas fluktuatif dan terkontaminasi debu dari udara dan sudah dipastikan produksi kerupuk mengalami penurunan sekitar 10%  atau di saat musim penghujan bahkan bisa gagal karena kerupuk ditumbuhi jamur,"terangnya.

 

Kaprodi Teknik Elektro ini menjelaskan, dengan menggunakan teknologi tepat guna dapat mengembangkan usaha kerupuk melarat menjadi semakin meningkat produktifitas industri dan lebih efisien dalam produksi. Yang awalnya jumlah produksi hanya menghasilkan 30-40 kg per hari dengan menggunakan teknologi ini hasilnya akan meningkat 20-40%.

 

Rony HR Fora menerangkan, dengan mesin pengering bertipe cabinet dryer, kerupuk yang akan dikeringkan diletakan di atas rak (cabinet), sumber panas (nyala api kompor) diletakkan di bagian bawah dari mesin,  kapasitas pengeringan 8 kg/jam, sehingga kerupuk mitra sebanyak 40 kg dapat dikeringkan dalam waktu 5 jam, sebelumnya, saat pengeringan tanpa mesin, dikeringkan selama 16 jam (2 hari). "Nah, kondisi ini menunjukkan adanya efisiensi waktu sebesar 320%,"ungkapnya.  

 

"Dengan demikian, kelebihan dari penggunaan mesin pengering ini hasil pengeringan menjadi lebih bersih, terlindungi dari debu dan kotoran lain di udara, pengeringan dapat dilakukan kapan saja, tidak tergantung dari cuaca dan terik matahari, dan tidak membutuhkan ruangan yang luas,"imbuhnya Rony.

 

Kegiatan pengabdian masyarakat di desa Grabagan Kec Tulangan

 

 


  • Akademik
  • Humas