Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Pembukaan: Rektor Unipa membuka Diklat Penguatan Kepala Sekolah Kab Bondowoso di Hotel Ijen View

 

Bondowoso- Kemajuan teknologi yang tidak terbendungkan lagi mengharuskan seorang kepala sekolah harus bisa menyesuaikan diri dengan resonansi kemajuan teknologi informasi yang demikian pesatnya. Tanpa melakukan itu semua maka kepala sekolah tidak akan mendapatkan sebuah kepercayaan atau untrusted  sebuah kepastian yang akan datang. "Jadi, quality to become you trusted kualitas akan menjadikan kamu terpercaya itu semacam adigium bahwa mutu akan membuat kepercayaan yang luar biasa,"ungkap Rektor Unipa Surabaya Drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA usai pembukaan acara Diklat Penguatan Kepala Sekolah Kab. Bondowoso Provinsi Jawa Timur di Hotel Ijen View Bondowoso. Minggu, (6/10)

 

"Nah, seorang pemimpin harus memiliki modal trusted oleh siapa pun sehingga setiap apa yang dicanangkan, kebijakan yang akan diberikan akan langsung memberikan respons yang positif tidak ada faktor-faktor yang akan menolaknya,"terang Ketua PGRI Pusat tersebut.

 

Djoko menjelaskan, ada tiga hal yang akan menonjol dalam penguatan kepala sekolah, yakni merawat kualitas, upgrade teknologi informasi, dan update atau pengkayaan dari segala sisi artinya memiliki kompetensi yang utuh tidak hanya kompetensi dibidang keahlian tetapi juga kepribadian.

 

 

Penggiat Pramuka ini memaparkan bahwa kepala sekolah harus punya fungsi manajerial bagaimana meminute di sekolah itu. Setidaknya, kepala sekolah setelah melakukan penguatan ini mampu menjadi master piece atau percontohan keteladanan. Penguatan ini sebenarnya harus dilakukan secara continue jadi setiap ada tantangan yang begitu cepat harus ada penguatan kepada kepala sekolah yang tidak hanya dilakukan dengan tatap muka tetapi juga bisa melalui online agar biayanya lebih murah.

 

Dia berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki semacam website yang isinya tentang penguatan kepala sekolah. "Website itu seperti perpustakaan tentang kualitas dan bisa diambil secara bebas. Di samping murah akan ada suatu aktivitas jadi partisipasi kepala sekolah yang aktif akan semakin meningkat,"imbuhnya.  

 

"Tentunya, ada tahapan yang diawali dengan mengenal teknologi informasi terlebih dahulu kemudian mereka akan melakukan sesuatu dan proses internalisasi atau penghayatan karena teknologi tidak hanya diaplikasikan tetapi juga penghayatan,"kata Sekretaris Kwarnas bidang kerjasama dalam negeri itu.

 

Djoko AW juga menyatakan, seharusnya pendidikan karakter itu inhern dan  setiap mengawali sesuatu harus ada pendidikan karakternya, mulai dari hal-hal yang paling sederhana saja dulu. Tidak semua orang memahami pendidikan karakter sebab pendidikan ini mempunyai level tertentu.

 

 

Sementara itu, Dr Endang Mastuti Rahayu Ketua Diklat Penguatan Kepala Sekolah Kab Bondowoso-Provinsi Jatim mengatakan, kepala sekolah diberikan penguatan terkait pengembangan keterampilan manajerial, supervisi guru dan tendik, pengembangan kewirausahaan, dan pengembangan sekolah berdasarkan 8 standar nasional. Dan proses ini akan berlangsung 71 jam.

 

"Diklat ini dibagi tiga tahap mulai 6 Oktober s.d. 4 November dengan jumlah peserta 371 orang  mulai tingkat TK, SD, dan SMP yang semuanya berasal dari Kab Bondowoso,"terangnya . Endang mengatakan, diklat ini tujuannya untuk membekali kepala sekolah agar mampu memimpin dan mengelola sekolah, menumbuhkembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan, dan memiliki performa kepala sekolah yang profesional. Oleh karena itu, peserta yang lulus dalam diklat ini akan mendapatkan sertifikat yang berguna dalam menunjang tugas sebagai kepala sekolah.

 

 

 

 

 

 


  • Akademik
  • Humas