Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Sambutan Rektor- Drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA Rektor Unipa memberikan sambutan di acara Sosialisasi UKBI

 

Surabaya- Dalam rangka meningkatkan kualitas bahasa Indonesia, Balai Bahasa Jawa Timur mengadakan Sosialisasi Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) bagi tenaga profesional dan calon tenaga profesional di Surabaya. Istimewanya,  acara ini digelar di Kampus Semangat PAGI Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Sabtu, (31/8)

 

Acara ini diikuti sejumlah perwakilan dari beberapa universitas di Surabaya, seperti Universitas Airlangga,  Univesitas Negeri Surabaya, Universitas Sunan Ampel Surabaya, Unitomo, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya,  Al Hikmah, dan MGMP Bahasa Indonesia SMP dan SMA.

 

Dalam sambutan Kepala Bahasa Jatim yang diwakili oleh Amir Mahmud MPd mengatakan,  di Jawa Timur sudah dicanangkan sejak tahun 2004 hingga sekarang dengan jumlah kurang lebih empat puluh satu ribu namun berjalan lambat dan banyak yang tidak berminat mengikuti UKBI padahal ini berhubungan dengan bahasa negaranya sendiri.

 

Dia pun mengajak semuanya untuk turut mensosialisasikan UKBI mengingat manfaatnya di dalam bina kerja bahwa alat uji ini tidak hanya di dunia kerja tapi juga dunia pendidikan. "Guru dan calon kepala wajib melakukan UKBI,"terang Amir.

 

Menurutnya, semua mampu berbahasa indonesia tapi belum tentu mahir oleh karena itu perlu meningkatkan kualitas itu. Contohnya saja dalam ujian nasional nilai bahasa Indonesia selalu lebih rendah dari bahasa Inggris dan matematika. "Nah, itu harus menjadi bahan evaluasi kenapa bisa demikian,"katanya. 

 

Dia menegaskan, bahwa jangan sampai nanti ada 2 kubu pencinta alam (orang yang mencintai alam) atau pecinta alam jika masuk dalam dunia tulis bisa salah kaprah. Artinya,  perlu kita cermati ulang kemahiran bahasa Indonesia kita sudah sejauh apa untuk itu perlu mengikuti UKBI. Menurutnya, saat ini bahasa Indonesia masih menjadi tamu di negaranya sendiri, masyarakat justru lebih bangga ketika menggunakan bahasa asing dalam kesehariannya.

 

"Mari kita usung bahasa Indonesia di dalam negeri sendiri agar jangan sampai kita dibohongi dan budaya kita dialihkan oleh karenanya banggalah menggunakan bahasa Indonesia, "tutur Amir.

 

Sementara itu,  Dr Sunu Catur MHum Ketua Program Studi Bahasa Indonesia mengatakan, bahasa adalah jati diri dan harga diri, sosialisasi ini menjadi sangat penting untuk memartabatkan bahasa Indonesia. "Jangan pernah menjadikan bahasa Indonesia sebagai plesetan,"imbaunya. Perlu ada ketegasan,  UU sudah ada jika ada yang melanggar sanksinya harus jelas. Jika hal itu diterapkan saya yakin BI akan jadi tuan rumah di negeri sendiri,"tambah Sunu.

 

 

Rektor Unipa Surabaya Drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA mengungkapkan,  para pedagang di Mekah jika tidak bisa berbahasa Indonesia, mana bisa mereka dapat rezeki di kantongnya. Padahal di Mekah banyak jamaah haji atau pun umroh. "Banyaknya orang Indonesia yang beribadah di Mekah membuat orang luar negeri terutama Timur Tengah harus mampu berbahasa Indonesia, sebab segmen pasar masyarakat Indonesia sangat besar itu hanya salah satu contohnya,"kata Djoko AW. 

 

Dia juga menceritakan pengalamannya di Filipina selama 2.5 tahun bahasa Indonesia berkibar di sana,  toko sovenir di Makao juga menggunakan bahasa Indonesia bahkan di Cocos Island juga," terang Rektor Unipa tersebut. Pihaknya mengungkpkan, bahasa Indonesia menjadikan ciri kita untuk berbahasa Indonesia dengan baik sebentar lagi bahasa Indonesia akan menjadi international language. "Oleh karenanya, mari diawali dari kita  untuk menguji diri dan mengetahui posisi bagaimana kita memahami bahasa Indonesia,"tandasnya.

 


  • Akademik
  • Humas