Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Foto bersama- Prof Dr Joko Nurkamto MPd (tengah) bersama para peserta NCOLLT 5 di gedung Soelaiman Joesoef 

 

Surabaya- Program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Adi Buana Surabaya secara rutin menggelar The 5th National Conference on Language and Language Teaching (NCOLLT) guna meningkatkan pofesionalisme dosen dan mahasiswa di bidang pendidikan bahasa Inggris. Seminar yang diikuti ratusan peserta ini dibuka oleh Rektor Unipa Drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA di gedung Soelaiman Joesoef  Kampus II Unipa Dukuh Menanggal Surabaya. Sabtu, (24/8)

 

Kali ini menghadirkan dua narasumber yakni Prof Dr Joko Nurkamto MPd dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) and President of TEFLIN dan Dr Dyah Rochmawati MPd dari Unipa Surabaya. Dalam seminar yang bertajuk “Language Teachers’ Professional Development in Disruptive Era: Issues and Practisess” ini Prof Joko menandai bahwa guru harus selalu mengembangkan diri agar menjadi guru yang profesional sesuai yang diakomodasi dalam undang-undang.

 

Menurut President of TEFLIN ini ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan profesional itu sendiri salah satunya dengan practise teaching. Selain itu, pemerintah juga sudah mengeluarkan panduan tentang pengembangan guru berkelanjutan diantaranya melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) baik jabatan maupun prajabatan, kenaikan karir, sertifikasi dsb.

 

“Target formalnya supaya bisa menghasilkan guru yang profesional yang ditandai dengan sertifikat pendidik tetapi esensinya supaya kemampuan individu, sosial, pedagogis, profesional meningkat,”ungkap Joko. Prosesnya sendiri untuk prajabatan satu tahun dan dalam jabatan lima bulan.

 

Dia menghimbau agar guru di Indonesia melek teknologi supaya mereka bisa menjadi guru yang tidak hanya mekanistik tetapi mereka menyadari apa yang dilakukan dan dikatakan jadi tidak hanya sekadar sing penting ngene.

 

Sepakat dengan Prof Joko, Dr Siyaswati MPd Kaprodi bahasa Inggris Unipa juga berpandangan  bahwa melek teknologi adalah kunci di era industri 4.0. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dia ingin memberikan wawasan tentang bagaimana menjadi guru yang ideal. Dia juga menghimbau agar bijak dalam menggunakan teknologi bukan kita yang diperbudak oleh teknologi itu sendiri.

 

Pihaknya juga mengatakan, bahwa saat ini universitas Adi Buana sedang proses pengajuan untuk PPG Prajabatan 4 prodi dan salah satunya adalah prodi bahasa Inggris. “Upaya ini untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru,” kata Siyaswati.


  • Akademik
  • Humas