Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Berbincang: Drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA Rektor Unipa Surabaya bersama Drs Sutijono MM Sekretaris PPLP PT PGRI Surabaya mengunjungi penangkaran rusa timor yang berada di kampusnya.

 

Surabaya- Di ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun tekad Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya sebagai penyelamat satwa langka semakin meningkat dan membara. Menurut Drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA Rektor Unipa Surabaya melindungi segenap tumpah darah tidak hanya bermakna melindungi manusia di Indonesia tetapi juga yang terkandung di dalam bumi pertiwi ini, seperti mineral, hasil tambang, flora, fauna dsb. Sabtu, (17/8).

 

"Unipa sendiri mengambil segmen flora dan fauna sehingga flora dan fauna itu menjadi bagian dari kita bahwa kita harus ramah lingkungan sebagai bentuk peduli seperti janji luhur Unipa sendiri,"ungkap Doutor Honoris Causa bidang pendidikan itu.

 

Djoko AW mengatakan, ini tidak mungkin terjadi dengan bagus jika tidak ada kerjasama dengan yayasan untuk saling membantu dan kebetulan apa yang menjadi pikiran Drs Sutijono MM Sekretaris PPLP PT PGRI Surabaya penggagas ide pemeliharaan satwa langka ini sejalan dengan pemikirannya yang juga seorang Pramuka yakni cinta alam.

 

"Tahun 2020 mendatang akan kita launcing," kata Penggiat Pramuka ini. Sekarang masih di tahap inisiasi dan studi flora dan fauna langka di Indonesia ternyata hasilnya sangat bagus Rusa Timor, Jalak Bali, dan Merak Jawa berkembang bahkan sudah menetas sementara untuk Rusa Timur sendiri sampai over population,"tutur Djoko AW. Selain satwa langka, kami juga memiliki tumbuhan langka seperti dewandaru, gandaria, matoa, dsb.

 

 

"Nantinya, yang over popolation ini akan dilakukan peliaran pada Mei 2020 artinya beberapa hewan ini akan kita pilih sepasang yang tidak sedarah dan akan kita berikan ke lembaga yang senapas mungkin sesama PGRI, perhotelan, dan lembaga lainnya secara cuma-cuma dengan tujuan untuk edukasi dengan syarat mempunyai komitmen yang tinggi dalam perawatan satwa langka ini,"terang Ketua PGRI Pusat.

 

Dia mengatakan, Unipa sudah mengembangkan satwa langka ini sampai di Kampus III yang ada di Kalikatir-Mojokerto bahkan sudah beranak-pinak dan ini wujud komitmen kami dalam menyelamatkan satwa langka. "Jadi, NKRI harga mati itu tidak hanya sebatas diskusi-diskusi saja tentang era revolusi industri 4.0 harus ada upaya melakukan apa yang ada dalam UUD 1945,"terangnya.

 

Pihaknya juga mengungkapkan, bahwa di era sekarang ini yang paling penting adalah jangan lupa menyelamatkan secara utuh kandungan global di dunia, sebagaimana yang dianjurkan dalam pembukaan UUD 1945 itu yakni melindungi isi yang ada di tanah air, misalnya budaya, flora, fauna, dsb. "Unipa mengambil segmen satwa dan tumbuhan langka yang telah terdaftar secara resmi di BKSDA bahkan kami diberi penghargaan oleh BKSDA untuk merawat burung cendrawasih,"tambahnya.


  • Akademik
  • Humas