Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

mahasiswa saat melakonkan Tumirah Karya Seno Gumira Ajidarma

 

Surabaya- Pentas teater mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia  Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya kembali digelar di Gedung Cak Durasim. Pentas tersebut dibuka dengan lakon Tumirah Sang Mucikari karya Seno Gumira Ajidarma yang berhasil membius ratusan penonton yang hadir. Jumat,  (5/7)

 
 
Antonius Deni Ketua pelaksana yang sekaligus salah satu aktor di lakon Tumirah mengatakan, tidak hanya Tumirah saja ada Karya Sang Pendosa Karya Rosyid E Abby dan Dilarang Menyanyi Di kamar Mandi Karya Seno Gumira Ajidarma.
 
 
"Setiap lakon memiliki pesan yang berbeda-beda, "kata Sutradara  lakon Tumirah Sang Mucikari tersebut.   Misalnya, dalam lakon Tumirah yang menceritakan kehidupan pelacur di pinggir hutan. "Dalam tumirah ini kami ingin menyampaikan bahwa derajat dan martabat manusia itu sama di hadapan Tuhan," terangnya.  
 
 
Dia mengatakan,  dari tiga cerita ini kemudian kami tarik sebuah judul "Manusia-Manusia Wajar" yang artinya di dalam sebuah kehidupan terdapat berbagai macam perbedaan yang menuntut manusia untuk menerapkan sikap toleransi.  
 
 
"Memang tidaklah mudah memerankan sebuah lakon drama, butuh kurang lebih tiga bulan agar bisa totalitas,"tuturnya. Namun, kami sangat puas dengan hasilnya kerja keras kami berbuah manis dengan riuhnya tepuk tangan dari para penonton. 
 
 
"Lega, pentas teater dalam rangka memenuhi mata kuliah teater ini bisa berlangsung sukses,  bahkan disaksikan langsung oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  Dr Suhari SH MSi dan para dosen dari PBSI,"terang aktor yang berperan sebagai gerilyawan yang jatuh cinta pada pelacur ini.  Menurutnya, pentas ini adalah ajang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri dengan bermain peran. 
 
 
 
 
 
 

  • Akademik
  • Humas