Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Rektor: Drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA bersama Kepala Pusat Bahasa Jawa Timur usai penandatangan naskah kerjasama

 

Surabaya- Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Drs Djoko Adi Walujo ST MM DBA mengungkapkan, budaya Panji merupakan sebuah warisan yang harus terus dikembangkan karena memiliki nilai-nilai luhur yang mampu menjadi perekat dan pemersatu bangsa bahkan untuk mengatasi berbagai gap yang ada di masyarakat.  

 

"Indonesia sendiri memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan aneka ragam budaya yang dapat digunakan untuk mengikat satu dengan yang lain sehingga dapat melahirkan kekuatan kebersamaan, cinta, dan toleransi,"ujar Djoko AW pada acara Seminar Nasional Budaya Panji yang bertajuk "Transformasi Budaya Panji dari Agraris ke Milenial" yang digelar di Gedung Soelaiman Joesoef Kampus II Unipa Dukuh Menanggal Surabaya. Sabtu, (29/6)

 

Menurut Djoko ini akan digunakan sebagai titik tolak untuk memaintain agar setiap mahasiswa di Unipa berbudaya. "Oleh karena itu, pojok Panji yang berdiri di Unipa tidak hanya dijadikan sebagai tempat riset melainkan juga tempat kajian tentang budaya, "tandas kolektor pernak-pernik Pramuka ini.  

 

Pada kesempatan ini, Djoko memberikan apresiasi kepada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang rutin menggelar berbagai kajian tentang Panji. "Setiap perguruan tinggi harus memiliki cita rasa yang kuat sebagai ciri khasnya dan saya ingin menguatkan bahwa Unipa sebagai universitas yang ingin memaintain agar budaya yang ada di Indonesia terus tumbuh dan berkembang dan yang paling dekat dengan Unipa adalah budaya kajian Panji yang digunakan sebagai pusat kajian yang nantinya diharapkan bisa go international,"tandasnya.  

 

Djoko mengungkapkan, budaya Panji harus dikenal oleh kaum milenial karena dalam Panji berisi cerita-cerita tentang kesatria yang dibalut dengan suasana cinta dsb. "Kami ingin memiliki generasi ke depan yang memiliki watak kesatria seperti itu,"terangnya.  

 

 

Sependapat dengan Djoko AW,  Dr Sunu Catur Budiono MHum Ketua Program Studi PBSI  juga mengatakan, akan mengembangkan studi Panji dari sisi ilmiah karena selama ini di festival Panji belum menjamah itu,"tuturnya. 

 

"Oleh karena itu, dalam seminar nasional kali ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya,"kata Sunu.  Saya yakin seluruh peserta akan dimanjakan dan mendapat pengetahuan lebih terkait Panji. Mereka antara lain Prof Dr Setya Yuwana Sudikan Guru Besar Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Henricus Supriyanto MHum Guru Besar Unipa Surabaya, Ki Panji Henri Nurcahyo, Sinarto SKar MM Dinas Kebudayaan, dan I Ketut Sulibra MHum Budayawan dari Bali. Selain itu, hadir pula dari Pusat Balai Bahasa Jawa Timur yang pada kesempatan ini melakukan penandatangan kerjasama dengan Unipa Surabaya.

 

Sementara itu, Dewi Kartina salah satu peserta seminar menuturkan, banyak pengetahuan terkait cerita Panji yang diperoleh usai mengikuti acara ini. Menurutnya, sangat menarik untuk dikaji dan generasi milenial sangat perlu memahami budaya Panji sebagai warisan leluhur bangsa ini.

 

Dr Sunu Catur Budiono MHum bersama para narasumber

 


  • Akademik
  • Humas