Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Foto bersama: Dyah Rochmawati dan Nunung Nurjati mengabadikan momen usai sidang terbuka program doktor di Kampus Unesa.

 

Surabaya- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya patut berbangga hati lantaran kembali dianugerahi dua doktor di bidang pendidikan bahasa Inggris. keberhasilan Dyah Rochmawati dan Nunung Nurjati menyelesaikan studi S3 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menambah daftar jumlah doktor yang dimiliki Unipa Surabaya.

 

Dalam sidang yang digelar di Gedung X Ruang Auditorium Lt 9 Pascasarjana Unesa, keduanya nampak lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para penguji. Diah dan Nunung berhasil mendapat predikat sangat memuaskan dari dewan penguji. "Lega, kata kedua dosen Unipa tersebut usai turun dari podium, menurutnya butuh waktu yang lama hingga sampai pada titik ini yaitu sidang disertasi terbuka, apa pun hasilnya kami sangat bersyukur,"jawabnya sambil tersenyum bangga.

 

Penelitian yang dilakukan kedua doktor ini sangat menarik bahkan berpeluang cumlaude. Dalam penelitiannya yang berjudul Verbal Humor Mechanism of Short-Joke Texts A Pragma-Rhetorical Analysis Dyah merasa tertantang untuk meneliti struktur teks lelucon  karena banyak orang Indonesia yang meskipun skor toeflnya tinggi tetapi kurang memahami teks lelucon berbahasa Inggris. Penelitian yang dia lakukan menggunakan pendekatan retorik dan pragmatik untuk membuka strutur internal dari joke agar orang lebih memahami di mana letak kelucuan dari teks lelcon tersebut.

 

Dyah mengungkapkan, penelitian ini kurang lebih memakan waktu delapan tahun. Menurutnya memahami humor berbahasa Inggris itu tidak mudah dan ia membutuhkan beberapa orang untuk menangkap kelucuan dari teks lelucon itu. "Memahami teks lelucon berbasis budaya agak sulit karena budaya struktur joke sama tetapi interpretasinya berbeda, jadi itu yang membuat penelitian ini lama, bahkan teori yang ia gunakan pun belum mampu menjawab secara sempurna bagaimana mekanisme teks lelucon berbasis budaya."tutur Dyah.

 

Sementara penelitian Nunung Nurjati berjudul Politeness in Efl Speakers Conversation in Kampung Inggris, Pare: A Socio-Pragmalinguistic Analysis. Dalam penelitian ini Nunung memilih meneliti kesantunan di kampung Inggris Pare yang diketahui sebagai pusat kursus bahasa Inggris yang sangat fenomenal di dalam dan di luar negeri. Menurut dosen Unipa Surabaya ini kesantunan adalah salah satu alat dalam komunikasi supaya komunikasi itu bisa berjalan lancar oleh karena itu bahasa inggris yang dimiliki para anggota komunitas di Pare juga harus menunjukkan implementasi atau penerapan kesantunan tersebut.

 

"Nah, dari situlah saya ingin melihat apakah kesantunan ini mengacu pada konsep barat atau timur tetapi saya mencoba menggabungkan keduanya,"ungkapnya. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan etnografi sebagai metodenya dengan subjek anggota komunitas praktik ELF di Kampung Inggris Pare yang berstatus guru, tutor, dan peserta kursus.

 

Nunung mengatakan, pengumpulan data dilakukan dengan merekam percakapan alami di ruang kelas, asrama, dan lingkungan luar seperti warung atau cafe. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunitas tersebut menerapkan kesopanan dan ketidaksopanan dalam interaksi mereka. "Beberapa penanda kesopanan yang diidentifikasi di Pare berbeda dari komunitas berbahasa Inggris bukan penutur asli penyebabnya faktor sosial budaya dan pemahaman dalam menyikapi makna yang berbeda oleh penutur yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing,"ujarnya.  


  • Akademik
  • Humas