Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

 

Surabaya- Mengakhiri masa KKN-PPM selama satu bulan, mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya menggelar pasar produk yang dipusatkan di Kecamatan Gondang Mojokerto dan Kecamatan Tulangan Sidoarjo tempat mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat. Jumat, (1/3)

 

Aneka produk unggulan desa yang dipasarkan, antara lain kaldu bubuk non MSG dari bahan ayam, daging, dan ikan, bubuk jamu dari tanamana toga, aneka cookies yang terbuat dari kacang hijau dan buah-buahan, kripik dari biji durian, ketan, jagung, jamur, dan pohong, puding dari buah naga dan sayur dan madu hitam. Selain itu, ada produk batik jumput, tas dari kain bekas, sablon, dan Alat Peraga Edukatif (APE) untuk pencegahan kekerasan seksual pada Anak Usia Dini.

 

Hasil karya mahasiswa ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari Camat, Kepala Desa, dan masyarakat setempat. Menurut Ahmad Susilo SSos MM Camat Kecamatan Gondang dengan adanya mahasiswa KKN-PPM warga menjadi terinspirasi untuk berkarya dan memulai usahanya sendiri.

 

"Saya tidak menyangka desa Dilem yang berada paling ujung dekat Kampus III Unipa berhasil disulap para mahasiswa menjadi desa wisata dengan panorama yang indah, sekarang desa Dilem menjadi salah satu desa favorit warga," ungkap Camat nyentrik ini.

 

Indah Ismaku Suci Koordinator Desa Dilem mengatakan, selama mengikuti kegiatan KKN-PPM dirinya dan teman-temannya belajar banyak hal salah satunya adalah membina kerukunan. "Alhamdulillah, selama menjalankan program kami selalu difasilitasi oleh kepala desa setempat jadi setiap program pemberdayaan dapat disosialisasikan pada warga,"kata Indah.

 

"Selain itu, saya dan teman-teman merasa lega meninggalkan tempat KKN-PPM dengan tuntas tanpa ada program yang tertinggal, para warga pun sudah bisa mandiri meneruskan apa yang sudah kami berikan,"terangnya dengan bangga. Buktinya adalah semua produk yang kami pasarkan ini akan menjadi produk unggulan desa di Kecamatan Gondang Mojokerto.

 

Menurut mahasiswa berprestasi dari Prodi PGSD ini, kemungkinan bagi warga untuk mengembangkan produk unggulan sangat besar karena bahan baku tersedia dengan melimpah tanpa harus mencari keluar desa dan kami pun sudah mengajarkan bagaimana pembuatan, pengemasan, hingga pemasarannya.

 

Di Kecamatan Tulangan, penarikan mahasiswa langsung oleh Rektor Unipa Surabaya Drs Djoko Adi Waludjo ST MM DBA sementara di Kecamatan Gondang dilakukan oleh Wakil Rektor II Unipa Dr Untung Lasiono MSi.


  • Akademik
  • Humas