Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Rektor Unipa Drs Djoko Adi Waludjo ST MM DBA foto bersama dengan mahasiswa KKN-PPM

 

Sidoarjo- Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN-PPM Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya Semester Gasal 2018/2019 digelar secara serentak tiga lokasi, yakni di Kecamatan Tulangan, Desa Tlasih Kecamatan Tulangan, dan Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Istimewanya, di Kecamatan Gondang monev dilakukan di Kampus III Adi Buana yang dihadiri langsung oleh Pendiri, Rektor, Kepala LPPM, dan Dekan FKIP Unipa Surabaya. Rabu, (20/2).

 

Ketua KKN-PPM Unipa Surabaya Apri Irianto SPd MPd mengungkapkan, kegiatan monev ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi program kegiatan yang telah berjalan di desa-desa tempat mahasiswa melakukan kegiatan KKN-PPM. "Sejauh ini tidak ada kendala,  program pemberdayaan masyarakat delapan puluh persen dapat berjalan sesuai rencana, sisanya masih ada waktu kurang lebih satu minggu untuk menyelesaikan"kata Apri.

 

 

"Namun, dari hasil laporan masing-masing koordinator desa kali ini saya melihat mahasiswa belum sepenuhnya memanfaatkan waktu kegiatan bersama warga untuk melakukan sosialisasi padahal yang kami inginkan adalah mahasiswa bisa belajar bersama-sama masyarakat dan mampu menjadi motivator bagi warga, misal dalam kegiatan kerja bakti, pengolahan sampah dan kegiatan lainnya mahasiswa masih mendominasi dan kurang melibatkan masyarakat.

 

"Saya berharap setelah monev ini mahasiswa bisa memperbaiki strategi pendekatan dengan warga agar bisa belajar dan bekerja bersama-sama agar nantinya setelah mahasiswa selesai KKN warga bisa mengerjakan sendiri,"kata Apri.

 

Secara keseluruhan Apri mengapresiasi setiap program yang dilakukan mahasiswa KKN-PPM, baik untuk program pokok maupun tambahan. Tujuh program yang dibawa dari kampus, seperti sosialisasi tentang kekerasan seksual Anak Usia Dini, pengolahan bank sampah, pembuatan kaldu bubuk pengganti MSG, membantu memberikan pendampingan terhadap UMKM untuk membuat PIRT, membuat web potensi desa, dan biopori dapat terlaksana dengan baik.

 

"Bahkan, kegiatan tambahan, seperti membuat mural, penghijauan, membuat akses ke tempat wisata, privat, mengajar di sekolah, kerja bakti, dan posyandu semuanya dapat dilakukan dan mendapat sambutan yang  baik dari masyarakat setempat,"kata Apri dengan bangga. Ia pun tak lupa memberikan apresiasi kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah melakukan tugasnya dengan sangat baik untuk membimbing dan membina mahasiswa.

 

Apri mengatakan, program KKN-PPM di dua kecamatan ini akan berakhir pada tanggal 1 Maret 2019. Pihaknya yakin waktu yang masih tersisa kurang lebih satu pekan ini bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan program yang belum berjalan. Menurutnya, program dari kampus yang belum terlaksana di setiap desa itu berbeda-beda.

 

Apri Irianto MPd Ketua KKN-PPM bersama Dra Siti Istikhoroh MSi Dekan Fakultas Ekonomi sedang memamerkan produk karya mahasiswa


  • Akademik
  • Humas