Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

UPACARA PELEPASAN: 1456 mahasiswa KKN PPM Unipa saat mengikuti upacara pelepasan di lapangan Semangat Pagi

 

Surabaya- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya terjunkan 1456 mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Upacara pemberangkatan dilakukan di Lapangan Semangat Pagi Kampus II Dukuh Menanggal Surabaya oleh Drs Djoko Adi Waludjo ST MM DBA Rektor Unipa Surabaya, Kamis, (30/1).

 

Dalam momen pelepasan mahasiswa KKN-PPM ini rektor berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater dan selama melakukan KKN-PPM bisa menjalankan program dengan penuh tanggung jawab. 

 

Rektor Unipa Drs Djoko Adi Waludjo ST MM DBA memberikan wejangan kepada mahasiswa KKN-PPM

 

"KKN PPM tahun ini dipusatkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tulangan Kab. Sidoarjo sebanyak 22 Desa dan Kecamatan Gondang Kab. Mojokerto 11 Desa,"terang Apri Irianto SPd MPd Ketua KKN-PPM Unipa. Apri mengatakan, mahasiswa akan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama satu bulan mulai tanggal 30 Januari s.d. 1 Maret 2019. "Nantinya, pada minggu ketiga akan dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh pimpinan untuk melihat keberhasilan program yang dijalankan mahasiswa,"tambahnya.  

Usai upacara, seluruh peserta KKN-PPM langsung diserahterimakan di kecamatan oleh pimpinan, di Kec. Gondang dilakukan oleh Wakil Rektor II Dr Untung Lasiyono MSi sementara di Kec. Tulangan oleh Wakil Rektor III Drs Pungut Asmoro ST MT. 

 

Serah terima mahasiswa KKN-PPM di Kecamatan Gondang oleh Dr Untung Lasiyono MSi Wakil Rektor II Unipa

 

Drs Pungut Asmoro ST MT Wakil Rektor III Unipa saat acara penyerahan mahasiswa KKN di Kecamatan Tulangan

 

Sementara itu, Dr Dra Sukarjati MKes Kepala LPPM Unipa sekali lagi mengatakan, penekanan utama dalam KKN kali ini adalah bagaimana mereka peduli terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, melalui permasalahan tersebut tentunya setiap desa harus diatasi secara multidisiplin. "KKN ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di unipa kecuali Pascasarjana dan Fakultas Ilmu Kesehatan,"ungkapnya. Yatik menegaskan, ada empat bidang yang diusung, yaitu kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan pendidikan. 

 

Ia menerangkan, dalam bidang pendidikan akan dilakukan sosialisasi tentang kekerasan seksual Anak Usia Dini yang nanti akan dilengkapi dengan pembuatan peraga dalam bentuk Pop-Up, bidang lingkungan yang menjadi fokus utama masih seputar sampah, sehingga akan dibentuk bank sampah bagi desa kemudian dilakukan pengelolaan sampah tersebut dengan membuat prakarya yang mempunyai nilai ekonomi, pembuatan APE dari sampah, biopori, hingga komposting.  

 

Sementara bidang kesehatan mengingat pengetahuan masyarakat tentang MSG masih kurang akan dilakukan pembuatan kaldu bubuk pengganti MSG dan bidang ekonomi akan membantu memberikan pendampingan terhadap UMKM untuk membuat PIRT dan akan diajarkan juga bisnis online,  membuat web potensi desa, dan pembukuan sederhana dan analisis usaha,"tambahnya.  

 

"Di samping kegiatan pokok mahasiswa biasanya melakukan kegiatan tambahan seperti privat,  kerja bakti,  mengajar di sekolah,  dan membantu posyandu, "kata Yatik. Menurutnya, sekarang ini paradigma KKN telah berubah, yang dulu adalah paradigma pembangunan seperti neonisasi atau keramikisasi sekarang paradigma KKN berubah menjadi pemberdayaan masyarakat atau KKN-PPM. "Jadi, saya harapkan mahasiswa bisa belajar bersama-sama masyarakat dan melalui program yang dibawa dari kampus dapat memberdayakan masyarakat demi pengembangan lingkungan serta kelestariannya,"ungkapnya.  

 

 


  • Akademik
  • Humas