Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Tampil anggun: Pengantin Indonesia II Adat Padang hasil riasan Novikasari
 

Surabaya- Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tata Rias Universitas PGRI Adi Buana Surabaya beradu skill merias pengantin di Craft Center Royal Plaza Surabaya Selasa kemarin, (22/1). Seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini dalam rangka memenuhi tugas akhir semester mata kuliah Pengantin Indonesia I dan Pengantin Indonesia II.  

 

Agus Ridwan SPd MPd Ketua Program Studi PKK Unipa mengungkapkan, bahwa pengantin Indonesia I mengangkat pengantin lokal, seperti Solo Basahan, Jogja Putri, Bojonegoro Kebesaran, Trenggalek Keputren,  Madura Lilin, dan Sekar Kedaton. Sedangkan pengantin Indonesia II mengangkat pengantin nusantara, seperti Batak Taruntung,  Sibolga,  Minahasa, Asean Gede,  Padang, Papua, dsb.

 

"Nah, hari ini sebetulnya mahasiswa diuji kemampuannya dibidang teoritis dan praktik,"terang dosen nyentrik tersebut. Menurutnya, bagian terpenting dalam hal ini adalah bagaimana mensinergikan antara rambut atau sanggul, riasan wajah, dan gaun yang dikenakan pengantin supaya terlihat serasi. 

 

Dia menerangkan, ada 89 peserta dalam ujian akhir kali ini yang terbagi atas 44 peserta dari semester 3 yang khusus merias pengantin lokal dan 45 peserta dari semester 5 yang merias pengantin nusantara. 

 

 

Surabaya- Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tata Rias Universitas PGRI Adi Buana Surabaya beradu skill merias pengantin di Craft Center Royal Plaza Surabaya Selasa kemarin, (22/1). Seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini dalam rangka memenuhi tugas akhir semester mata kuliah Pengantin Indonesia I dan Pengantin Indonesia II.  

 

Agus Ridwan SPd MPd Ketua Program Studi PKK Unipa mengungkapkan, bahwa pengantin Indonesia I mengangkat pengantin lokal, seperti Solo Basahan, Jogja Putri, Bojonegoro Kebesaran, Trenggalek Keputren,  Madura Lilin, dan Sekar Kedaton. Sedangkan pengantin Indonesia II mengangkat pengantin nusantara, seperti Batak Taruntung,  Sibolga,  Minahasa, Asean Gede,  Padang, Papua, dsb.

 

"Nah, hari ini sebetulnya mahasiswa diuji kemampuannya dibidang teoritis dan praktik,"terang dosen nyentrik tersebut. Menurutnya, bagian terpenting dalam hal ini adalah bagaimana mensinergikan antara rambut atau sanggul, riasan wajah, dan gaun yang dikenakan pengantin supaya terlihat serasi. 

 

Dia menerangkan, ada 89 peserta dalam ujian akhir kali ini yang terbagi atas 44 peserta dari semester 3 yang khusus merias pengantin lokal dan 45 peserta dari semester 5 yang merias pengantin nusantara. 

 

"Untuk kegiatan ini mahasiswa juga tidak perlu merogoh isi dompet dalam-dalam karena kegiatan didukung oleh viva cosmetic, jadi mahasiswa hanya modal skill dan baju sesuai tema pengantin yang diambil,"imbuhnya. 

 

Sementara itu, Novikasari satu diantara peserta mengatakan, untuk memadukan keserasian antara sanggul,  riasan wajah, dan gaun pengantin sangat tidak mudah. Mahasiswa angkatan 2016 ini mengaku, banyak asesoris di kepala jadi harus benar-benar teliti terlebih untuk mahkotanya harus ektra hati-hati supaya tidak sakit saat dipakai pengantin sementara untuk riasan wajah yang paling sulit pada matanya karena harus dibuat sangat mencolok atau tajam dan ini membutuhkan waktu 20 menit sendiri agar serasi dengan gaun dan mahkota.

 

Perempuan yang akrab disapa Novi ini mengatakan, butuh waktu sekitar 60 menit untuk menuntaskan secara keseluruhan. "Alhamdulillah, semua proses berjalan lancar dengan hasil yang tidak mengecewakan,"ungkapnya.  

 

 
juru rias sedang mengaplikasikan eyeshadow pada pengantin
 
 
Segenap dosen PKK Unipa Surabaya
 

  • Akademik
  • Humas