Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Siti Maustiyani alumni mahasiswa dari Program Studi Manajemen angkatan 2013 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya saat menerima penghargaan sebagai juara III UMKM Pitching Competition 2018 se-Sidoarjo

 

Surabaya- Siti Maustiyani perempuan asal Sidoarjo (24), alumni mahasiswa dari Program Studi Manajemen angkatan 2013 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ini berhasil meraih juara III UMKM Pitching Competition 2018 se-Sidoarjo melalui produk olahannya yakni makanan ringan berbahan dasar usus yang dibranding dengan nama “Kobong”. Produk usus crispy ini memiliki empat varian rasa yaitu, original asin, balado manis, pedas gurih, dan super pedas.

 

Produk ini sudah saya buat sejak saya masih menjadi mahasiswa pada tahun 2016 lalu, dulunya hanya sekadar jualan biasa hanya untuk menggugurkan mata kuliah kewirausahaan yang diampu oleh Drs Teguh Purwanto SE MM, ternyata respons teman-teman bagus sama produk ini dan mereka sering pesan dari situlah saya berpikir untuk mengembangkan bisnis ini. Upaya yang pertama kali saya lakukan adalah mulai melakukan konsultasi rutin dengan kepala lab. KWU I Made Bagus Dwi Arta SE MM. Beliau menyarankan pada saya untuk mengganti kemasan, desain branding, harga, sampai gramaturnya karena awalnya memang produk ini hanya dikemaas dengan tepak makan dan kemasan tabung plastik.

 

Melalui konsultasi itulah saya mulai merubah penampilan dari produk yang saya buat dan hasilnya meningkatkan kapasitas penjualan sekitar 90 persen benar-benar naik drastis saya benar-benar kaget waktu itu. “Dulu sebulan hanya bisa menjual 20 pcs omsetnya sekitar 400 ribu rupiah namun dengan branding yang baru dalam sebulan kurang lebih 1000 pcs penjualan dengan omset sekitar 12 juta rupiah perbulan, sementara harga per pcsnya 15 ribu rupiah”terangnya.  

 

Siti mengatakan, produk ‘Kobong’ ini sudah dipatenkan di HAKI Unipa pada September tahun 2018 dan inilah yang semakin menguatkan keyakinannya untuk bisa memasarkan  produk ini lebih luas lagi tidak hanya di wilayah Sidoarjo saja tetapi di seluruh Indonesia dan kabar baiknya para  Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di Hongkong, Taiwan, dan Malaysia juga sering pesan produk ini, mereka pesan melalui akun instagram.

 

“Memang produk ini saya pasarkan melalui akun instagram dan whatsapp dan alhamdulillah respons dari masyarakat sangat baik terhadap produk ini,”kata Yani. Menurutnya, ke depan akan memperbaiki kualitas produk dan membuat ‘kobong’ ini makin diminati dengan ciri khas rasanya.

 

Makanan ringan berbahan dasar usus saat ini memang sangat digemari oleh anak-anak hingga orang dewasa karena rasanya yang enak dan ringan. Di sini, Yani berupaya untuk mengikuti selera para konsumennya sehingga diproduknya ini dia menyediakan berbagai varian rasa, bagi yang suka pedas saya rekomendasi untuk memilih yang super pedas dan bagi yang tidak suka pedas bisa pilih rasa original atau balado.

 

Dari hasil penjualan ini, Yani sudah bisa membeli sepeda motor sendiri, membantu meningkatkan perekonomian keluarga, dan menabung untuk masa depan. Dia berpesan bahwa setiap usaha butuh proses dan kerja keras selain itu jangan pernah takut untuk memulai dengan alasan tidak ada modal atau tidak ada waktu, penting jalankan dulu dan terus berkonsultasi pada mereka yang sudah sukses.

 

Siti memamerkan produk Kobong miliknya

 

 


  • Akademik
  • Humas