Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Foto bersama: Sunyoto Hadi Prayitno (tengah) usai sidang terbuka doktor

 

SURABAYA- Sunyoto Hadi Prayitno dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berhasil mempertahankan disertasinya mengenai  Profil Pemahaman Konseptual Calon Guru Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau Dari Perbedaan Kecerdasan Emosional saat Ujian Disertasi Terbuka (S3) Pendidikan Matematika di Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya, Selasa (9/1).

 

Setelah kurang lebih 2 jam mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan dewan penguji, Sunyoto akhirnya meraih gelar doktoral dengan predikat memuaskan. Senyum sumringah nampak di wajah Pembina Pramuka Unipa itu usai hasil ujian diumumkan.

 

Dalam sidang terbuka yang digelar di Gedung K10 lantai III Unesa itu, dihadiri oleh sejumlah pejabat Unipa Surabaya, diantaranya Pendiri Unipa Prof. Dr. Iskandar Wiryokusumo, M.Sc, dan Drs. Sutijono, MM. Tidak ketinggalan Rektor Unipa Surabaya Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA yang turut memberikan dukungan.

 

Selain keluarga dan kerabat, hadir pula sejumlah anggota organisasi Pramuka dari Dewan Kerja Cabang (DKC), Dewan Kerja Daerah (DKD), Pramuka Racana Dharma Pandu, dan segenap Purnabakti Pramuka Unipa.

 

Dalam penelitian yang dilakukan, Suyoto ingin menunjukkan bahwa pemahaman konseptual adalah kemampuan dalam menggunakan suatu aturan/prosedur yang dimiliki oleh calon guru untuk menyelesaikan permasalahan matematika. Untuk itu, dia pun melakukan tes tulis dan wawancara yang berbasis tugas.

 

Sunyoto menggunakan dua orang mahasiswa pendidikan matematika (calon guru) Unipa Surabaya semester akhir sebagai subjek penelitiannya yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, sedang, dan rendah.

 

Menurutnya, penting bagi calon guru memahami pemahaman konseptual agar dapat mengelola pembelajaran dengan baik demi keberhasilan belajar matematika siswa. "Di sini, perbedaan tingkat kecerdasan emosional calon guru berpengaruh terhadap cara penyelesaian masalah matematika itu sendiri.

 

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa calon guru yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, subjek mengawali memilih suatu konsep yang diketahui, calon guru yang memiliki kecerdasan emosional sedang, subjek mengawali dengan mengaitkan konsep yang telah dimiliki sebelumnya, dan calon guru yang memiliki kecerdasan emosional rendah, subjek mengawali memilih konsep sesuai pemahamannya.

 

 


  • Akademik
  • Humas