Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

BERI SUMBANGAN: Relawan Unipa memberikan bantuan kepada warga desa Klesem

 

Pacitan- Aksi terjun langsung  para relawan Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya pasca bencana banjir bandang di Kabupaten Pacitan mendapat sambutan baik dari warga maupun pejabat setempat. Kepedulian tersebut ditunjukkan dengan memberikan sumbangan ke lokasi kejadian yang langsung di kirim ke rumah warga-warga yang terendam banjir. Ada pula yang di pusatkan di posko-posko bencana bagi warga yang mengalami bencana tanah longsor.

 

Selain itu, dalam rangka pengabdian kepada masyarakat para relawan dari Fakultas Ilmu Kesehatan Unipa juga melakukan bakti sosial dengan cara memberikan pemeriksaan kesehatan gratis untuk para korban bencana di Pacitan. Aksi ini mendapat dukungan penuh dari Rektor Unipa Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA, Wakil Rektor III Unipa Drs. Pungut Asmoro, ST., MT, dan Lembaga Hubungan Internasional, Humas dan Protokoler (LHIHP) Unipa Surabaya.

 

Kebidanan Unipa saat memberikan pelayanan pengobatan gratis pada warga

 

Sumbangan yang diberikan berupa air mineral, sembako, pakaian, pakaian dalam dan obat-obatan. Menurut Siti Syamsiah, SE., MM selaku Kemahasiswaan Unipa, sumbangan yang diberikan telah di packing sedemikian rupa untuk memudahkan dalam distribusi langsung ke warga-warga. Sumbangan tersebut kurang lebih berjumlah 500 kantong.  

 

Sumbangan didistribusikan langsung ke rumah warga

 

“Sumbangan ini hasil dari donasi kawan-kawan seluruh Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM), Senat Mahasiswa (SEMA), Himpunan Mahasiswa (HIMA), dosen, lembaga, dan Ikatan Guru Surabaya,”terang M. Syamsul Arifin Ketua aksi relawan yang juga Komandan Resimen Mahasiswa Unipa ini. Komandan yang satu ini juga mengungkapkan aksi pengumpulan dana dilakukan selama 3 hari dengan mendirikan posko di Kampus I Unipa Ngagel Dadi dan Kampus II Dukuh Menanggal. “Dari hasil donasi ini telah terkumpul Rp. 20.050.000,”tambahnya.

Akibat jebolnya dua tanggul yakni tanggul Sukoarjo dan tanggul Kembang mengakibatkan desa-desa di sekitarnya hampir tenggelam karena ketinggian air mencapai atap rumah warga. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh dan sepekan pasca bencana sisa-sisa kerusakan belum selesai dibereskan. “Inilah yang menjadi lokasi para relawan Unipa melakukan aksi terjun langsung. Ada 6 desa, antara lain desa Mlati, Sirnoboyo, Kembang, Sidomulyo, Klesem, dan Kebon Agung.”ungkap Komandan Menwa.

Sementara itu, Juni warga desa Kembang mengatakan bahwa warga masih sangat membutuhkan bantuan berupa material. Karena kerusakan terparah pada rumah dan perabot. Selain ratusan hewan peliharaan yang mati. Menurutnya, adanya jalur lintas selatan sebagai salah satu faktor terjadinya banjir oleh karenanya dia dan warga berharap pemerintah memperbaiki saluran airnya agar bencana ini tidak terjadi lagi. Sedangkan, Sriyati Plt Sekdes desa Klesem mengatakan pasca bencana banjir dan tanah longsor warga masih mengalami trauma dan sekarang masih dalam taraf pemulihan mental. Akan tetapi, kabar bahwa akan ada relokasi bagi warga yang kehilangan rumah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi angin segar bagi warga. (rm23)

 


  • Akademik
  • Humas