Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

PERINGATAN HARI TATA RUANG DI ISI DENGAN KEGIATAN PENANAMAN MANGROVE

 

Hari tata ruang yang diperingati setiap tanggal 8 November sejatinya merupakan momentum kita semua untuk melakukan instropeksi terhadap apa yang sudah kita lakukan terhadap lingkungan dan alam ini. Alam beserta isinya sudah memberikan segala sumber daya yang dapat kita nikmati secara cuma-cuma, tentunya sebagai manusia yang sadar apalagi kita termasuk golongan yang tumbuh di lingkungan akademisi maka seharusnya kita mampu menjaga dan merawat alam ini.

Kita semua mengetahui bahwa salah satu poin kajian pengembangan wilayah yang berkelanjutan (sustainable development) yang berkelanjutan adalah menyiapkan sumberdaya alam yang mampu dinikmati oleh anak cucu kita kelak, maka sudah seharusnya dalam memanfaatkan sumber daya alam ini kita mampu mengontrol dan mengendalikan sehingga tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan.

Hari Minggu yang cerah ini tepat pada tanggal 12 November 2017, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sejumlah 85 orang dengan mengadakan kegiatan positif bertajuk ‘Penanaman Mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Wonorejo Surabaya’. Tidak ada kata lain selain ‘You are Champions’, mengapa mereka dikatakan pemenang, karena kawan-kawan aktivis mahasiswa yang dikomandoi oleh Ibu A. A. Sagung Alit Widyastuti, ST., MT., ini sudah memberikan kontribusi positif terhadap alam ini terlebih dalam saat ini isu climate change lagi melanda dunia.

Kegiatan positif ini yang diketuai oleh Saudara Haris Mahasiswa PWK Angkatan 2016 tentunya ada banyak manfaat keilmuan yang kita dapatkan, ini semua tidak terlepas dari apa yang telah disampaikan oleh narasumber yaitu Ibu Ani selaku perwakilan dari Tim Konservasi Mangrove Wonorejo Surabaya. Sebanyak 100 bibit mangrove telah ditanam oleh kawan-kawan aktivis mahasiswa ini, harapannya apa yang diamanahkan oleh SDGs (Sustainanble Development Goals) dapat tercapai yaitu mengurangi perubahan iklim secara masif dan global, sebab alam ini membutuhkan sinergi positif agar apa yang diinginkan oleh manusia dalam pembangunan dapat berjalan seimbang tanpa efek negatif yang ditimbulkan.

Sebagai penutup diakhir kegiatan penanaman mangrove ini diadakan selebrasi dengan membubuhkan cap tangan di atas kain putih sebagai simbolis dan pesan moral kepada kita semua dan khalayak umum bahwa alam ini butuh kepedulian, tanpa hadirnya tangan-tangan para akademisi, pemerhati lingkungan, generasi muda, dan pemerintah yang bijak maka jangan harap kita semua menuai manisnya alam. Salam satu Adi Buana (@lit)


  • Humas