Secondary Nav

Menu

Berita Kampus


BUKA ACARA:
Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Dr. Yuni Purwanti, M.Pd saat membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) XXVI/2017 Silat Perisai Diri Antarperguruan Tinggi di Unipa Surabaya.

Siapa bakal jadi juara

SURABAYA- Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Dr. Yuni Purwanti, M.Pd membuka secara resmi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) XXVI/2017 Silat Perisai Diri Antarperguruan Tinggi yang memperebutkan Piala Presiden RI. Kejuaraan tersebut akan berlangsung selama lima hari mulai tanggal 28 September s.d.  02 Oktober 2017 di Gelora Hasta Brata Adi Buana Surabaya.

Dalam sambutannya, Yuni mengajak para peserta untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. Dia juga berpesan bahwa eksistensi itu kita sendiri yang membangun. Untuk itu, harus memiliki karakter yang kuat untuk membentuk para pendekar yang berbudi luhur.

Menurutnya, pemuda adalah pemilik masa depan, oleh karena itu sudah menjadi tugasnya menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para guru untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan perdamaian dunia. “Melalui event ini, menunjukkan bahwa silat masih berjaya yang juga menandakan silat masih punya kekuatan dan energi,”ujarnya.

Di samping itu, kejurnas ini sebagai wadah pembinaan dan pengembangan potensi mahasiswa di bidang nonakademis yang mendidik dan melatih jiwa kompetisi yang sehat,”kata Yuni. Supratomo Ketua IPSI Jatim sekaligus Kepala Dispora Jatim juga menyetujui perihal tersebut, Unipa Surabaya telah memberikan kesempatan buat para atlet perisai diri untuk menguji dirinya, mengevaluasi dan mengasah kemampuannya.

“Saya sangat bangga,” kata Supratomo. Unipa Surabaya telah menjadikan Surabaya sebagai tuan rumah kejurnas antarperguruan tinggi. Ajang yang bergengsi ini sangat bagus untuk memperkuat pencak silat dikalangan perguruan tinggi dan meningkatkan prestasi pencak silat dengan memperbanyak pertandingan yang bertaraf nasional. Ia juga mengatakan pesilat mahasiswa tersebut adalah pilar-pilar budaya bangsa.

Lebih lanjut Rektor Unipa Surabaya Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA  mengatakan, bahwa olahraga adalah salah satu pilar penunjang bangsa yang kuat. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung kegiatan apa pun yang berbau olahraga yang diselenggarakan di kampus yang dipimpinnya salah satunya kejurnas ini. Apalagi ini in line dengan apa yang dicanangkan Presiden RI terkait pendidikan karakter penguatan yang dikembangkan melalui olahraga.

Djoko AW melihat Perisai Diri ingin menyatukan bangsa-bangsa dan saat ini kiprahnya tidak hanya di lingkup nasional tetapi sudah ke kancah internasional seperti Jepang, Jerman, Australia, Eropa, dan negara lainnya.

Sementara itu, ketua pelaksana M. Irfan Tri Setiono mengatakan, ini kejurnas pertama silat perisai diri antarperguruan tinggi di Unipa. Piala bergengsi ini mengusung sistem gugur dalam pertandingannya. Ada 4 pertandingan yang dilombakan, yakni  Tanding IPSI, Serang-Hindar, Kerapian Teknik, dan Tunggal IPSI. Perlombaan ini ada tujuh kategori kelas, yakni kelas A dengan berat badan 45 kg – 50 kg, kelas B 5o kg - 55 kg, kelas C 55 kg – 60 kg, kelas D 60 kg – 65 kg, kelas E 65 kg – 70 kg, kelas F 70 kg – 75 kg, dan kelas bebas dengan berat badan 75 kg-90 kg untuk putra dan 65 kg – 90 kg untuk putri. Sementara kategori lain sifatnya bebas hanya terletak pada kerapian dan teknik.

Irfan mengatakan bahwa kejurnas kali ini diikuti 500 peserta dari 28 kontingen. Diantaranya dari Universitas Udayana Bali, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas PGRI Palembang, dan Politeknik Malang. Tahun lalu di Universitas PGRI Semarang Universitas Gajah Mada Yogyakarta yang keluar sebagai juara umum.

Perisai Diri sudah mengalami perkembangan yang pesat sampai di kancah internasional. Hal itu harus disambut baik dengan meningkatkan kompetensi karena selama ini sedikit terkendala dengan bahasa. Dengan adanya peningkatan prestasi tersebut artinya Perisai Diri telah mengenalkan warisan budaya Indonesia di lingkup nasional dan internasional,”terang Pembina Perisai Diri mulai tahun 1984-2015 Nanang Soedarto. (*)


  • Humas