Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Bangun Gedung Baru: Peletakan batu pertama gedung Fakultas Ilmu Kesehatan dilakukan oleh Prof. Dr. Iskandar Wiryokusumo, M.Sc selaku Ketua PPLP PT PGRI Surabaya.


Surabaya- Setelah membangun kampus ketiganya yang terletak di Dusun Dokare, Kalikatir, Mojokerto, Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya kembali membangun gedung baru di kampus II Dukuh Menanggal. Pembangunan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Prof. Dr. Iskandar Wiryokusumo, M.Sc selaku Ketua PPLP PT PGRI Surabaya. Rabu, (20/9).

Dalam peletakan batu pertama tersebut dihadiri para pendiri Unipa Surabaya yaitu Drs. Sutijono, MM dan Drs. H. M. Ali Basjar, M.Si. Juga Rektor Unipa Surabaya Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA. Dalam acara tersebut juga hadir Warek 1 Dr. Hartono, M.Si, Warek II Drs. Untung Lasiyono, SE., M.Si, Warek III Drs. Pungut Asmoro, ST., MT, Senat dan Dosen Unipa Surabaya.

Djoko AW mengatakan, konsep pembangunan gedung baru ini sesuai dengan kebutuhan yakni untuk memenuhi perkuliahan di Kampus II Dukuh Menanggal agar lebih representatif.

Djoko menambahkan bahwasanya ruangan yang dibangun juga untuk memenuhi standar yang dicanangkan oleh Dikti. Kemudian yang akan ditingkatkan lagi adalah sarana untuk diskusi-diskusi kecil karena persemaian keilmuan itu akan terjadi melalui suatu dialog-dialog yang intens. Di samping itu, kami ingin membangun kantor rektorat yang lebih representatif atau ada semacam kantor pusat.”terangnya.

Fakultas Ilmu Kesehatan sendiri, sudah existing sejak lama,”kata Djoko. Akan tetapi penambahan yang lain akan lebih besar dari gedung yang lama dengan bentuk “L”. Nantinya gedung yang berlantai 4 ini akan digunakan sebagai ruang kuliah, ruang rapat, pusat bahasa, dan kantor rektorat yang terletak disebelah barat.

Sementara itu, Djoko mengatakan bahwa gedung Fikes ini akan menelan biaya cukup besar sekitar 15 Miliar. Untuk pembangunannya akan dimulai pada tanggal 20 September ini dan akan siap digunakan di tahun 2018 mendatang.

Menurut Djoko sebagai perguruan tinggi yang mumpuni apalagi termasuk dalam 78 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia sudah sepantasnya apa yang didapatkan sebagai  labelling harus sesuai dengan kenyataannya dan infrastruktur yang dibangun harus mencerminkan bahwa kita pantas dirangking tersebut.  (*)


  • Humas