Secondary Nav

Menu

Berita Kampus


PUKUL GONG: Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA Rektor Unipa didampingi oleh Ketua PPLP PT PGRI Surabaya Prof. Dr. Iskandar Wiryokusumo, M.Sc pukul gong tanda pembukaan PKKMB

 

SURABAYA- Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya Tahun Akademik 2017/2018, terasa istimewa. Sebab acara ini diikuti 1711 mahasiswa dan dibuka langsung oleh Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA. Rektor Unipa Surabaya. Dalam pembukaan di Gelora Hasta Brata tersebut Djoko AW menegaskan bahwa di Unipa tidak ada perploncoan untuk masa pengenalan mahasiswa baru karena semua dikemas dalam bentuk kuliah umum untuk membentuk karakter positif mahasiswa.

Dalam pembukaan tersebut juga dilakukan sumpah janji mahasiswa, penandatanganan surat pernyataan bebas narkoba dan juga ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali oleh Djoko AW yang didampingi oleh Ketua PPLP PT PGRI Surabaya Prof. Dr. Iskandar Wiryokusumo, M.Sc.

Djoko AW mengungkapkan untuk bisa mencapai akreditasi institusi 'A', kita juga akan membekali mahasiswa utamanya harus in line terhadap apa yang sekarang dicanangkan pemerintah tentang penguatan pendidikan karakter sesuai Perpres No. 87 Tahun 2017.

Selain itu, menanggapi isu dunia terkait disabilitas, maka Unipa Surabaya tampil sebagai perguruan tinggi yang utuh dengan cara membuka program studi baru yakni Pendidikan Khusus atau Pendidikan Luar Biasa,"terang Djoko. Istimewanya, tahun ini Unipa memiliki 2 mahasiswa yang memiliki keterbatasan fisik tersebut  dan  mereka diberikan tanda penghargaan tanda peserta sebagai mahasiswa baru,"tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa kampus Unipa akan didesain pula untuk mereka penyandang disabilitas dan juga kurikulum yang di dalamnya ada materi khusus tentang pendidikan karakter.

Menanggapi hal tersebut, Irene Pretiwi Kanan dan Agnes Intan Arumni sebagai penyandang tunanetra mengaku sangat senang dengan hal tersebut, karena itu akan memudahkannya selama menempuh studi di prodi Pendidikan Khusus Unipa. Menurut Irene masih banyak yang belum bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi karena hambatan yang dimiliki. Dengan ini para reterdasi mental akan memiliki kesempatan yang jauh lebih baik.

Irene juga mengatakan ingin meraih cita-citanya jadi guru PLB yang profesional agar bisa membahagiakan kedua orangtuanya. "Nantinya juga akan bolak-balik Malang-Surabaya karena masih memiliki kewajiban untuk mengajar dari Senin- Kamis di SD Bhakti Luhur Malang ,"kata Irene yang juga guru kesenian tersebut.

Sementara itu, Agnes mengatakan bahwa memiliki cacat fisik bukanlah halangan untuk terus mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi dan berbakti pada negeri. Dia juga berpesan tetap optimis selagi ada kemauan pasti bisa.

Kegiatan PKKMB akan dilaksanakan selama 3 hari mulai 7 s.d 9 September 2017. Mahasiswa akan dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang Unipa Surabaya mulai sejarah perjalanan Unipa, membentuk pola pikir kritis dan prestatif, kehidupan berbangsa dan bernegara, dan lain lain hingga ormawa fair. Unipa Surabaya saat ini memiliki 6 Fakultas, 1 Program Pascasarjana, dan 22 Program Studi. Ada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Teknik Industri (FTI), Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Fakultas MIPA, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Program Pascasarjana.




Artikel
  • Humas