Secondary Nav

Menu

Pendidikan

Mendikbud M Nuh (Foto: Rifa Nadia/Okezone)

DEPOK - Angka putus sekolah di berbagai jenjang di Tanah Air masih cukup tinggi. Hal ini membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengambil inisiatif untuk membuka posko pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Ajakan tersebut ditujukan bagi para kepala dinas provinsi dan kabupaten/kota dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013. Rencana tersebut, kata M Nuh, akan dimulai pada tahun ajaran 2013/2014.

"Pada tahun pelajaran mendatang saya mengajak para kepala dinas membuka posko-posko untuk mencari siswa di wilayah Bapak/Ibu yang tidak melanjutkan atau tidak sekolah pada usia sekolah. Kita cari mereka, kita tangkap untuk kita masukkan ke sekolah," ujar M Nuh di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusbangtendik), Bojongsari, Depok, Senin (11/2/2013).

M Nuh memaparkan, meski secara nasional Angka Partisipasi Kasar (APK) memang sudah cukup bagus, masih ada sejumlah kabupaten yang masih di bawah rata-rata nasional. Demikian pula mengenai jumlah putus sekolah.

"Di jenjang SD dari kelompok ekonomi paling rendah masih ada sekira 13 persen secara nasional yang tidak tamat SD. Artinya mereka putus sekolah sebelum tamat, sementara dari mereka yang lulus SD sebesar 80,7 persen hanya 56,7 persen yang melanjutkan ke jenjang sekolah menengah," jelasnya.

Dia berharap, melalui posko tersebut angka putus sekolah di berbagai jenjang dapat teratasi. Sehingga, lanjutnya, upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan akan maksimal.

"Karena jenjang pendidikan dasar adalah wajib, maka saya mengajak para kepala dinas bekerjasama dengan para kepala sekolah dan guru di lokasi tersebut untuk membuka posko memantau siswa yang tidak melanjutkan ke sekolah atau putus sekolah. Kita harus mencarikan jalan keluar agar mereka tetap sekolah, tidak putus sekolah," imbuh M Nuh.(rfa)


original link : klik disini


  • Akademik
  • Humas