Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

UNJUK KARYA: Moch. Fachrur Rizal saat mendemokasi hasil karyanya dari olahan bahan lokal.

 

Surabaya- Program Studi (prodi) Tata Boga Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya ingin menunjukkan kepada masyarakat  bahwa bahan pangan lokal bisa digunakan sebagai aneka makanan yang ada di Jawa Timur yang juga memiliki nilai jual tinggi. Melalui Gelar Cipta Karya Boga dipamerkan 100 (seratus) karya aneka makanan dan minuman yang terbuat dari bahan pangan lokal seperti ubi, jagung, pisang, dan singkong.

Bahan lokal ini mengandung banyak manfaat bagi tubuh, seperti vitamin, serat, zat besi, protein, dan sebagainya. Misal pada ubi ungu memiliki kandungan antioksidan yang tinggi yang bagus untuk daya tahan tubuh dan regenerasi kulit,” kata Moch. Fachrur Rizal sie acara gelar cipta karya.

Melalui acara yang bertajuk “Semalam di Jawa Timur” ini diperkenalkan berbagai hasil olahan dari bahan lokal menjadi makanan yang menarik dan tidak monoton dari segi tampilan. Bahan lokal disulap menjadi makanan yang menggoyang lidah siapa pun yang melihatnya, aneka bahan lokal diolah menjadi makanan maupun minuman, seperti srawat singkong, wajik klethik gondo mayit, cake tepung ubi, nasi langgi lengkap serundeng kulit ubi kare ayam, dan bakso telo sendang biru,. Sedangkan minumannya ada es buto ijoes pleret pantai pudak, wedang cemoe pandan wangi, dawet jabung, setup pisang teluk hijau dsb. Makanan dan minuman ini merupakan hasil karya 25 mahasiswa tata boga,”terang Rizal.

Agus Ridwan, S.Pd., M.Pd Ketua Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengatakan bahwa gelar cipta karya boga merupakan tradisi tahunan yang mendukung program dinas pariwisata dalam bidang makanan atau kuliner. Pagelaran ini juga untuk mengukur kematangan skill dan kompetensi di bidangnya, sekaligus ajang lomba bagi mahasiswa untuk kegiatan yang diintertenkan, sehingga memiliki nilai jual tinggi.

Gelar karya ini didukung pula oleh Rektor Unipa Surabaya Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA yang turut menghadiri pagelaran di Gelora Hasta Brata pada 12 Juli 2017 kemarin. Menurutnya, ini tidak hanya sebagai ladang adu kreativitas saja melainkan juga untuk meningkatkan kapabilitas mahasiswa dengan berbagai peningkatan keterampilan. Di ajang gelar ini akan terjadi share of knowledge (berbagi pengetahuan), share of skill (berbagi keterampilan), share of technologi (berbagi teknologi), yang ujungnya terjadi share of experient (berbagi pengalaman).

Saat ini Tata boga tidak bisa dipandang sebelah mata karena sudah menjadi komoditi yang menyatu dalam aktivitas pariwisata yang apabila dioptimalkan akan meningkat sebagai potensi yang mendatangkan devisa negara. Kuliner sebagai icon yang menyedot para wisatawan datang ke Indonesia. Oleh karenanya ini peluang yang besar sehingga Unipa Surabaya akan terus menggali pengetahuan terkait tata boga,” tambahnya.


  • Akademik
  • Humas