Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Salah satu fasilitas ruang belajar mahasiswa yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar.

 

Surabaya- Program Studi (Prodi) D-III Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabayasudah sepantasnya berbangga, perjuangan selama setahun tidak sia-sia karena peringkat akreditasi ‘B’ (Baik) akhirnya berhasil diraih dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) dengan nomor0396/LAM-PTKes/Akr/Dip/VI/2017.

“Alhamdulillah, “kata Yefi Marliandiani, SST., M.Kes Dekan Fikes Unipa Surabaya yang ditemui usai anugerah diumumkan. D-III Kebidanan Unipa yang sebelumnya masih diperingkat ‘C’ kini meningkat ke akreditasi yang lebih tinggi yakni ‘B’ (Baik).

Yefi mengatakan, pihaknya akan meningkatkan studi profesi kebidanan ke depan. Hal itu, didukung penuh dengan segala fasilitas yang menunjang teori maupun praktik mahasiswa. Ada 9 (sembilan) laboratorium yang dimiliki D-III Kebidanan Unipa Surabaya, antara lain laboratorium KDRK (Keterampilan Dasar Praktik Klinik), laboratorium ANC (Antenatal Care), laboratorium INC (Intra Natal Care), laboratoriumPNC (Post Natal Care), laboratoriumNeonatus Bayi dan Anak, laboratoriumKB dan Keseharan Reproduksi, laboratoriumPatologi Kebidanan, laboratoriumBatra (Pengobatan Tradisional), dan laboratorium Kebidanan Komunitas.

Berbagai fasilitas ini merupakan salah satu wujud nyata visi Prodi D-III Kebidanan. Yakni mewujudkan prodi yang unggul pada tingkat nasional dan berwawasan internasional, menghasilkan lulusan ahli madya kebidanan dengan kekhususan kebidanan keluarga berbasis pengobatan tradisional berkarakter semangat PAGI (Peduli, Amanah, Gigih, Inovatif) pada tahun 2020.

Kebidanan keluarga berbasis pengobatan tradisional menjadi keunggulan atau kekhususan Prodi D-III Kebidanan Unipa. Ini bertujuan agar mahasiswa memiliki keahlian khusus selain sebagai bidan. “Keahlian ini akan sangat berguna saat melakukan praktik lapangan atau PKL di masyarakat daerah tertentu,”terang Yefi.

“Untuk memaksimalkan kompetensi tersebut kebidanan Unipa dilengkapi dengan taman toga (obat keluarga) yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Hal ini agar mahasiswa bisa mengenal dan mampu mengolah tanaman herbal untuk pengobatan. Selain skill inti di bidan itu sendiri yaitu acupresure yang berkaitan dengan kebidanan dan kesehatan anak, ”jelas Yefi.

Prodi D-III Kebidanan sendiri akan terus melakukan berbagai inovasi terkait meningkatkan kompetensi mahasiswa yang didukung penuh dengan berbagai kegiatan, pelatihan, hingga penelitian yang akan membuat lulusan kebidanan Unipa siap terjun di lapangan. (*)

Yefi Marliandiani, SST., M.Kes Dekan Fikes Unipa Surabaya(kanan) saat proses akreditasi


  • Akademik
  • Humas