Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

SI PINKI YANG MENGGEMASKAN: Rektor UNIPA Surabaya Drs. Djoko AdiWaludjo, ST., MM., DBA (kiri) bersama Wakil rektor III dan pejabat kemahasiswaan berfoto dengan perahu karet perdana milik Mapala Pawitra UNIPA Surabaya.

 

Surabaya- Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) Mapala Pawitra Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya selenggarakan upacara ceremonial serah terima satu unit perahu karet oleh Rektor Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA di halaman sentra UKM  Kampus II Dukuh Menanggal. Senin, (19/6).

Djoko AW mengatakan, Unipa mempunyai komitmen besar bahwa mahasiswa tidak hanya menekuni bidang studi saja tetapi harus ada kemampuan lain yang disebut soft skill bagaimana dia berorganisasi. Nah, ini satu-satunya UKM yang menggeluti bidang cinta alam dan apa yang menjadi kebutuhannya kami fasilitasi,” terangnya.

Djoko juga berpesan bahwa perahu karet ini tidak hanya teman di UKM tetapi mereka juga harus merawatnya. Selain itu, Resimen Mahasiswa, KSR PMI, Pramuka, dsb harus bias ikut serta untuk berlatih bersama-sama,”tambahnya.

“Di sinilah keinginan kami untuk membentuk softskill itu, diawali dengan kegiatan-kegiatan semacam ini,” ungkap penggiat kegiatan social ini. Tentunya, sesuai visi UNIPA Surabaya sebagai perguruan tinggi yang mengangkat PAGI (Peduli, Amanah, Gigih, Inovatif) rasa peduli harus kita kembangkan sehingga sewaktu-waktu ada bencana tentunya kita harus tampil di depan untuk menolong dengan sigap dan secara bersama-sama UKM di Unipa Surabaya bias dilibatkan, ” jelasnya.

Mapala Pawitra punya agenda kegiatan arus deras atau water activity seperti rafting dan dayung. Di sini akan dikembangkan dan kebetulan sudah ada atlet dalam bidang ini, dengan satu unit perahu karet ini akan semakin representatif.

Setelah ini, diharapkan ada latihan-latihan yang terprogram kemudian di sisi lain bias kerjasama dengan perguruan tinggi lain yang sudah leading dalam perahu karet untuk belajar lebih dalam tentang teorinya. “Kami dukung sepenuhnya, perahu karet ini menghabiskan dana sekitar 30 juta rupiah,” ungkap Djoko.  (*)


  • Akademik
  • Humas