Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Surabaya- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan “Pelantikan Pengurus Asosiasi Program Studi PGSD Jatim Periode 2017-2022”. Dra. Sri Rahayu, M.Pd. selaku Ketua Asosiasi PGSD PGRI Jatim terpilih mengaku masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Sekarang bukan waktunya bersenang-senang tetapi waktunya kerja, kerja, dan kerja agar tujuan dari asosiasi ini dapat tercapai. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor Unipa Surabaya Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA. Menurutnya banyak yang harus diubah baik image PGRI maupun kinerjanya harus lebih profesional artinya lebih banyak eksplore dan ekspert pada berbagai hal. Pelantikan ini berlangsung di Gelora Hasta Brata Adi Buana. Rabu, (22/2). 

 Sri Rahayu mengatakan, agenda setelah ini adalah penyusunan program kerja tahun 2016-2017. Walaupun SK pelantikan ini untuk 2017-2022 tetapi kami akan melanjutkan program lama yang seharusnya berakhir pada Desember kemarin. Nah, karena satu dan lain hal kita harus menyesuaikan dengan provinsi sehingga kegiatan ini menjadi mundur. Untuk penyusunan program kerja  satu tahun mendatang akan dilakukan di STKIP PGRI Sumenep dalam waktu dekat ini.

“kedepan kami akan menyusun program yang didasarkan dengan kebutuhan asosiasi, karena tujuannya adalah maju bersama PT PGRI Jawa Timur. Selain itu, kami akan melauncingkan jurnal asosiasi yang mengarah ke terakreditasinya jurnal asosiasi,”kata Sri Rahayu.

Sri mengungkapkan, kepengurusan yang dilantik pada periode ini sebanyak 60 orang, kami melibatkan banyak anggota atas nama kebersamaan dengan ciri khasnya masing-masing. Jadi, kita dapat berkompetisi yang positif  di sini. Hal itu, sesuai dengan fungsi asosiasi, yakni untuk mewadahi prodi PGSD PGRI Jatim untuk bisa maju bersama dalam melaksanakan tri darma perguruan tinggi yang saat ini sangat tinggi persaingannya terutama di Indonesia tidak hanya di Jatim saja.

Sementara itu, Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd Ketua PGRI Pusat mengatakan, sebenarnya peresmiannya baru tetapi embrionya sudah lama terjalin. Jadi, kegiatan-kegiatan resminya sudah mulai dibentuk kerjasamanya tahun lalu di hotel Ambara sekitar bulan Juli. Mereka sudah mulai melakukan kerja bersama di dalam riset, seminar, dan kunjungan-kunjungan. Ini adalah salah satu persyaratan bagi kami untuk memenuhi standar kualitas di setiap prodi, tidak hanya PGSD saja tetapi semua prodi.

“Kami ingin bergulir pada kualitas dengan service yang baik. Sekali lagi ini adalah bisnis ilmu pengetahuan maka kita harus mempertanggung jawabkan kepada masyarakat dengan moral intelektual yaitu berkualitas. Pencapaian yang diharapkan adalah perguruan tinggi dan prodi yang bermutu, dipercaya, dan berdaya saing. Salah satu program yang bermutu itu perlu melakukan interaksi dengan perguruan tinggi lain dalam konteks meningkatkan kemampuan profesinya seperti halnya kegiatan ini, tambah Unifah. 

Sri mengungkapkan, proses pemilihan ketua asosiasi dilakukan secara aklamasi. Pembentukan awal di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Saat itu semua PGRI berkumpul di sana termasuk prodi PGSD. Secara aklamasi teman-teman menunjuk saya sebagai ketua. Ini tonggak awal sejak berdiri tahun 2015. Jadi, kami bekerja dulu baru dilantik bukan sebaliknya. Target ke depan, kami ingin semua PT PGRI Jatim khususnya yang memiliki prodi PGSD dapat terakreditasi “A” dan minimal ”B” lah,”ucapnya.  

Ada 8 yang sudah tergabung dalam asosiasi ini, antara lain STKIP PGRI Sumenep, STKIP PGRI Bangkalan, Universitas Ronggolawe Tuban, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Universitas Kanjuruan Malang, Universitas Nusantara Kediri, Universitas PGRI Madiun, STKIP PGRI Tulungagung, dan yang baru mau tergabung ada 3 yaitu STKIP PGRI Sidoarjo, STKIP PGRI Pacitan, dan STKIP PGRI Trenggalek.

 Menurut Djoko, kita akan merevitalisasi dan memantapkan PGRI sebagai organisasi profesi dan ini membuat kita sadar bahwa profesi adalah sesuatu yang harus dipegang erat sebagai organisasi guru. Hal itu, dikarenakan kita harus menjunjung tinggi keprofesionalan untuk membangun kapabilitas guru di Indonesia. Setelah ini, sudah dipastikan akan ada action dan kegiatan-kegiatan yang menjurus pada pengembangan kapabilitas seorang guru.


  • Akademik
  • Humas