Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

FOTO BERSAMA : Dr. Ir. Paristiyanti Nurwadani, MP Direktur Pembelajaran Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti didampingi oleh Pendiri dan Rektor Unipa Surabaya Drs. H. Djoko Adi Walujo, St., MM., DBA.


SURABAYA- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya terus melakukan antisipasi terhadap standar nasional pembelajaran yang dinilai akan sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran. Untuk itu, Unipa Surabaya mengundang pakar dalam bidang ini yakni Dr. Ir. Paristiyanti Nurwadani, MP selaku Direktur Pembelajaran Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti. Kehadiran beliau diharapkan akan dapat menjawab segala persoalan yang terjadi di lapangan. Acara ini digelar di gedung Soelaiman Joesoef Unipa Surabaya. Rabu, (30/3) 

          Perlu diketahui bahwa dari segi regulasi sebagai profesi dosen adalah tri darma perguruan tinggi. Oleh sebab itu, dosen dituntut untuk konsisten dan inovatif agar berhasil dalam pembelajaran. Namun, bagi dosen yang mempunyai golongan yang tinggi misal doktor maka porsinya berbeda. Dalam hal ini porsi penelitian harus menghasilkan inovasi kemudian harus ada hal-hal yang dilakukan secara irilisasi. Hal ini, sesuai dengan visi menteri ristekdikti. Tegas, Paristiyanti Nurwadani. 

         Menurut Paristiyanti Nurwadani ada hal-hal yang harus diubah, misalnya dulu penelitian berhenti di dokumen sekarang harus berhenti di masyarakat. Budaya yang kurang baik harus ditinggalkan apabila ingin berdaya saing. Saya yakin, kalau penelitian menjadi salah satu fokus pengembangan dari perguruan tinggi maka di tahun 2030 Indonesia akan menjadi negara urutan ke tujuh terbesar di dunia mengalahkan Inggris dan Jerman. 

         “Kemenristekdikti telah membuat peraturan yakni SN DIKTI 44 20I5, pembelajaran di sana dibuat gaiden atau panduan-panduan dan SOP. Sehingga, apabila para dosen mengikuti peraturan tersebut maka hasil pembelajarannya akan sangat bagus. Selain itu, surprise buat Unipa Surabaya yang saat ini berada di top ten Jawa Timur. Saya yakin dalam kurun waktu 2 (dua) tahun akan dapat masuk dalam top five di Jawa Timur karena semua sudah on the track. 

         Rektor Unipa Surabaya Drs. H. Djoko Adi Walujo, St., MM., DBA mengungkapkan bahwa apa yang telah disampaikan oleh Dr. Ir. Paristiyanti Nurwadani, MP selaku Direktur Pembelajaran Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti akan menjadi masukan yang baik buat Unipa Surabaya ke depan. Selain itu, apa yang disampaikan menjadi tantangan besar yang harus diwujudkan. Menurut Djoko Adi Walujo apa yang dilakukan sekarang seperti menggelar workshop adalah salah satu langkah untuk menuju ke tahap level yang lebih tinggi. 

         Sementara itu, mengenai kredit transfer, Djoko AW mengatakan bahwa akan menindaklanjuti dan rencananya negara yang dituju adalah Thailand. Nantinya, saya akan kirim 10 mahasiswa dan satu mahasiswa 15 juta. Semoga rencana ini nanti dapat dilaksanakan di program depan. 

         Selain itu, Djoko Adi Walujo Rektor Unipa menegaskan kalau dalam pembelajaran ada dua dimensi, di samping memberikan keilmuan juga nilai-nilai. Unipa Surabaya mempunyai semangat yakni “semangat pagi” yang membangun moralitas. Kata “pagi “ adalah akronim yakni peduli, amanah, gigih, dan inovatif. Tentunya, nilai-nilai ini akan dapat membangun Unipa menjadi universitas yang mampu berdaya saing.


  • Akademik
  • Humas