Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

BERPRESTASI: Drs. Sutijono Rektor Unipa Surabaya (tiga dari kiri)  bersama dengan mahasiswa berprestasi Pascasarjana Unipa Surabaya.

 

SURABAYA – Pascasarjana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya kembali menggelar wisuda ke XXXI dengan mengangkat tema “Membentuk Karakter Bangsa, Membangun Peradaban Masa Depan". Dalam wisuda kali  ini diikuti 378 Lulusan Magister Pendidikan dari Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana Unipa. Acara ini digelar di Gelora Hasta Brata Adi Buana. Minggu, (1/11)

Ditemui usai acara Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Prof. Suprapto mengungkapkan bahwasannya jenjang S2 dan S3 sangat diperlukan saat ini karena pola pikirnya akan lebih baik untuk mengembangkan bangsa. Hal itu, juga kita ketahui kualitasnya secara nasional sudah baik, untuk S2 ditunjang dengan 40 SKS dan selebihnya adalah riset atau penelitian. Dalam hal ini, pengembangan ilmu bisa diterapkan di masyarakat biasa maupun masyarakat industri. Saya melihat pihak Unipa sudah mengembangkan hal tersebut pada teknologi pembelajaran.

Selebihnya, masyarakat tidak perlu resah dengan peraturan baru yang muncul seiiring perkembangan kurikulum karena kuliah S2 akan tetap ditempuh selama dua tahun sesuai Undang-undang nomor 49 tahun 2004. Di sini yang akan dikembangkan hanya jumlah SKSnya.

            Prof. Suprapto Koordinator Kopertis Wilayah VII menambahkan bahwa pihak kopertis melakukan penilaian terhadap perguruan tinggi setiap setahun sekali.Pada tahun 2015 diumumkan bulan Mei lalu. Unipa menjadi salah satunya dengan urutan kesepuluh dari 338 PTS di Jatim. Penilaian ini berdasarkan mutu kemahasiswaan, mutu pendidikan, mutudosen, manajemen, dan kerjasama dengan pihak luar. Harapannya kedepan setiap perguruan tinggi taat pada peraturan yang berlaku.

Dalam wisuda Semester Genap Tahun 2014/2015, terjaring beberapa mahasiswa yang mendapat nilai Cumlaude yakni satu diantaranya bernama Hendrik dengan IPK 3.75. Mahasiswa yang satu ini cukup istimewa selain menjadi mahasiswa Dia juga sebagai rohaniawan agama Budha di daerah Trowulan Mojokerto. Menurutnya, tidak ada yang aneh karena setiap orang berhak bercita-cita. Hendrik mengaku Dia melanjutkan pendidikan Magisternya dari donatur agama Budha. Nantinya, ilmu yang didapat dari Pasca sarjana Unipa akan diaplikasikan untuk umat Budhak hususnya. 

Sementara itu, Drs. Sutijono Rektor Unipa Surabaya, pihaknya mengatakan Unipa salah satu perguruan tinggi yang taat asas artinya kami perguruan tinggi yang taat padaperaturan yang berlaku. Upaya yang kami jalankan semata-mata untuk peningkatan SDM (Sumber daya manusia) yaitu kami  bisa menghasilkan produk yang berkompeten. Hal ini, kami dukung dengan akreditasi program studi. Di Unipa Surabaya rata-rata berakreditasi B dan sebentar lagi kurikulum KKNI akan dilakukan sepenuhnya. Artinya, tidak hanya meluluskan mahasiswa dengan ijazah tetapi pengembangan soft kill dan hard skill .hal ini bertujuan untuk menjawab tantangan di era globalisasi. “Terang, Sutijono. (nr)


  • Akademik
  • Humas