Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

FOTO BERSAMA: dari kiri ke kanan Subandowo (Direktur Pascasarjana), Supriadi Rustad (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi), Iskandar W (Ketua PPLP PT PGRI Surabaya), dan Sutijono (Rektor Unipa Surabaya) setelah pembukaan ICETA 6.

 

SURABAYA – Dies natalis Unipa Surabaya ke-44 tahun mendapatkan sambutan yang luar biasa tak terkecuali Seminar internasional ICETA 6 (International Conference On Educational Technology AdiBuana) yang diselenggarakan oleh Pascasarjana Unipa Surabaya di Hotel Garden Palace Surabaya. Tentunya, seminar yang digagas sejak tahun 2009 tersebut menjadi acara yang berkelanjutan yang diadakan setiap tahun. Hal itu, merupakan wujud dari komitmen dan bukti dari eksistensinya. Sabtu, (9/5).

Drs. Sutijono Rektor Unipa Surabaya menyatakan bahwa dunia pendidikan harus melek tekhnologi sehubungan dengan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang diberlakukan Desember tahun 2015 ini. Oleh sebab itu, pendidikan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang berkompeten agar bisa meningkatkan daya saing di MEA. Prof. Supriadi Rustad Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga menyatakan bahwa pendidikan masa depan untuk menyongsong MEA 2015.

Drs. Noor Fatirul Ketua Pelaksana acara menegaskan bahwa dalam ICETA 6 ini sangat istimewa karena mampu menghadirkan 5 speaker yang luar biasa, seperti Prof. Supriadi Rustad (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi), Prof. Ramlee Mustapha (Univ. Sultan Idris Malaysia), Prof. Saedah Siraj (University of Malaya, Malaysia), Prof. Vikas Kumar (Institute of Management, India) dan Prof. Surya (Univ. PGRI AdiBuana Surabaya). Selain itu, jumlah keseluruhan peserta 350 orang dan dalam parallel 90 peserta yang menampilkan 55 hasil penelitian. Disela acara nanti juga akan ada penanaman pohon yang sudah menjadi tradisi di Unipa Surabaya.

ICETA 6 terbentuk terbentuk dari adanya MOU antara Unipa Surabaya dengan Univ. Malaya, Univ Sultan Idris Malaysia dan Univ. India karena dalam penyelenggaraannya harus melibatkan 3 negara. Tujuan dari ICETA sendiri, untuk mempublikasikan karya ilmiah bukan hanya local tetapi internasional. Tahun 2015 ini mengambil tema“ Future Education Shaping Intelligent And Mannered Generation Throughout Civilization” . Mudah-mudahan mampu memperbaiki dan menjadi solusi bagi permasalahan pendidikan di Indonesia saatini.”Tambah Drs. Noor Fatirul.

Sementara itu, Sri Prameswari Dosen Unmuh Surabaya dan Ridha Dosen WK Surabaya mengaku sangat senang bias mengikuti seminar internasional ICETA 6 karena materinya sangat baik, apa yang disampaikan bias menjadi frame box bagi guru untuk memperkaya khasanah pengetahuan. Dalam ICETA 6 ini bias mengubah paradigm tidak lagi berpikir di dalam tetapi sudah out of the box yang menjadikan kita sensitive dengan perubahan yang terjadi. Menurut Sri Prameswari kita bias mencontoh perubahan positif di India yang sudah menggunakan ICT dan kolaborasi dengan komputer. Selain itu, future kurikulum tidak hanya 5 tetapi 20 tahun. Apa yang disampaikan Prof. Vikas Kumar (Institute of Management, India) yang mengupas tentang teknologi dan Prof. Saedah Siraj (University of Malaya, Malaysia) mengupas kurikulum yang berwawasan kedepan sangat membantu untuk permasalahan pendidikan di Indonesia. 

Widodo Wakil Rektor IV Unipa Surabaya mengatakan bahwa ICETA 6 dapat digunakan sebagai bekal untuk perubahan dan mengejar ketertinggalan dan semoga kedepan untuk ICETA 7 dapat diselenggarakan dengan menggerakkan seluruh unsur yang bercimpung di dunia pendidikan. (rohma)


  • Akademik
  • Humas