Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

KOMPAK: Dari kiri ke kanan Hartono (Warek I), Unifah Rosyidi Keynote Speaket Kepala Puspengprofdik Jakarta dan Rusijono Dosen Pend. Dasar Pasca Unesa (Direktur UT), dan Sunyoto HP (Wadek II) setelah pemberian cinderamata kepada narasumber.

SIDOARJO- Berbicara mengenai kurikulum 2013 memang tidak ada habisnya. Kurikulum yang dahulu diibaratkan nasi yang belum masak tersebut mulai menyita banyak perhatian, mulai dari guru maupun calon guru. Walaupun tidak mudah berbagai upaya dilaksanakan. Hal ini karena adanya motivasi dari seorang guru untuk mengajar dengan benar kepada anak didiknya. Dengan mendatangkan para ahli sampai perlatihan dilakukan agar kurikulum tersebut dapat dipahami dan dipecahkan. Untuk itu,  mahasiswa Prodi PGSD memiliki niat baik untuk menggelar seminar nasional yang khusus membahas tentang aplikasi dari kurikulum tersebut dengan menggandeng penerbit erlangga. Erlangga juga memberikan fasilitas tempat seminar sehingga acara  tersebut berlangsung di gedung Erlangga sendiri  hari Sabtu, (21/6).

Sunyoto Wadek III FKIP dalam pembukaan acara menyarankan, agar mahasiswa dapat memperdalam tentang kurikulum 2013 ini. Banyak yang bilang ini sulit tetapi ini dicanangkan bukan untuk menjadi problema tetapi menjadi acuan dalam mengajar. Selain itu, seminar ini juga terasa istimewa karena bisa menghadirkan pakar yang berkompeten di bidang ini. Seperti Unifah Rosyidi beliau Keynote Speaket Kepala Puspengprofdik Jakarta dan Rusijono Dosen Pend. Dasar Pasca Unesa (Direktur UT). Kehadiran ibu Unifah tersebut menjadi obat. Kebijakan-kebijakan yang diungkapkan menjadikan para peserta optimis mampu melewati kurikum 2013 yang dianggap sulit.

                 Wahyuni indah ketupel dari PGSD menyatakan ini adalah tugas mata kuliah seminar problematika pembelajaran di sekolah SD. Ini menjadi PR bagi mahasiswa angkatan 2010-2011. Dengan dasar anggapan kurikulum 2013 itu masih simpang siur itu akhirnya untuk seminar ini kita ambil tema  optimalisasi & tantangan impementasi kurikulum 2013.

Ada sekitar 386 peserta yang ikut di acara ini. Mereka berasal dari mahasiswa PGSD Unipa Surabaya dan Guru SD di Surabaya dan sekitarnya. Antusiasme mereka sangat baik hal ini terlihat dari pertanyaan yang diajukan saat sela-sela sesi pertanyaan. Seperti Derista yang menanyakan tentang perlunya sosialisasi penilaian 2013 dengan angka kepada orang tua. Ada pula Ayu yang bertanya tugas portofolio yang dibawa kerumah, bagaimana penilaian terhadap anak serta Dina yang menanyakan tentang rubrik soal cerita matematika serta penilaian rapor on line. Semua pertanyaan tersebut ditanggapi dengan baik oleh Rusijono. Untuk pertanyaan mengenai penilaian nanti akan diberi panduan teknis penilaian SD  begitupun untuk cara pembuatan rapor on line  dan untuk kurikulum 2013 ini menitik beratkan  pada penilaian proses untuk itu bagi siswa yang tidak massk tugasnya diganti hari lain.

Kini, kurikulum 2013 bukan lagi momok yang harus di jauhi, karena dengan kurikulum tersebut akan menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar. Selain itu, ini akan memudahkan guru karena system belajar bukan lagi teacher centre melainkan student centre. Untuk itu murid akan menjadi aktif dan  belajar akan lebih menyenangkan (Red). (*ma)


  • Akademik
  • Humas