Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

SURABAYA- Mengikuti sebuah kompetisi merupakan sebuah kebanggaan diri. Terlebih bisa menjadi perwakilan dan mampu mempersembahkan piala kemenangan. Hal itu diungkapkan Muh. Hariyanto dari Prodi Seni Rupa 2010 yang akrab dipanggil Yayan tersebut. Melalui hobinya menyanyikan lagu dangdut telah mengantarkan ia menjadi juara pertama di selekda Jatim mewakili Unipa Surabaya yang digelar di Malang pada Selasa kemarin. Kemenangan ini mengantarkannnya menjadi perwakilan Jatim di Pekan Seni Mahasiswa di Palangkaraya pada September mendatang.

Yayan mengaku tidak pernah mengikuti pelatihan kusus untuk menyanyi semua dilakukannya secara otodidak. Siapa yang punya ilmu itu yang saya buru. Untuk itu, sebelum mencapai ini kegagalan demi kegalan pernah saya lakoni sebelumnya. Tetapi niat keras saya untuk terus mencoba akirnya bisa membuat saya terbiasa.

Menurut Yayan, perwakilan dari Unipa Surabaya berjumlah empat orang. Kemudian dibagi kedalam genre pop dan dangdut. Della dan Dessy (PGSD) dan Yoga (Teknik) yang menyanyikan lagu pop dan saya di dangdutnya. Walaupun sama-sama di Malang kompetisinya dilakukan di dua tempat. Untuk pop di Brawijaya yang dilakukan selama dua hari dan dangdut di Uniti (Univ. Tungga Dewi) yang hanya satu hari. Tetapi untuk kompetisi hakikatnya sama yaitu yang pertama menyanyikan lagu wajib dan lagu pilihan.

“Untuk pop lagu wajib dari Sandi Sandoro, Alhamdulillah teman-teman mampu menyanyikan keduanya dengan baik walapun masih kurang beruntung. Untuk dangdut lagu wajibnya berjudul “Gadis Pantura” sementara lagu pilihannya saya memilih lagu “Menari di atas Luka” lagunya Imam S Arifin dengan nada dasar normal tanpa mengubah aransemen aslinya. “Tukas Yayan.

Sempat merasa deg degan, karena lawannya adalah kawan-kawan sendiri seperti dari Unesa, Kanjuruan Malang, Kediri, Jombang dan Perti lainnya. Pesertanya ada 28 orang. Mereka semua memiliki suara dan konsep menyanyi yang bagus dan unik. Untuk kejuaraan dalam selekda kali ini diambil juara 1,2,3 dan harapan 1 dan 2. Waktu pengumuman juara jujur saya merasa panas dingin sekujur badan karena saya sudah berjanji tidak akan menyanyi lagi mewakili kampus jika gagal dalam kompetisi ini. Ternyata Tuhan sangat baik pada saya dan anugerah juara pertama ini saya persembahkan buat Unipa Surabaya di akir masa aktif saya sebagai mahasiswa Unipa Surabaya. Karena Apabila tak ada alang rintang tahun ini saya lulus. Untuk itu PSM itu sangat berarti buat saya.”Terang Yayan.

Sementara itu, pada kesempatan ini Yayan mengucapkan terimakasih kepada Yunus karyanto Kaprodi Paud yang telah memberikan semangat dan tentunya buat kampus Unipa Surabaya yang telah mendukung sepenuhnya serta Hunter Artseni rupa.

“Semoga Unipa Surabaya terus memberikan wadah yang tepat untuk minat dan bakat mahasiswa agar tercipta regenerasi baru yang lebih unggul dan berkompeten. Karena kemajuan itu juga bisa diraih melalui seni. (rohma)


  • Akademik
  • Humas