Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

Foto bersama: Rektor Unipa (tengah) berfoto dengan para peserta lomba cipta karya exotic of see world

 

SURABAYA- Potensi usaha kuliner masih terbuka lebar. Karena itu, Unipa Surabaya melalui Prodi PKK Tata Boga berupaya mencetak para profesional dibidang tersebut. Untuk itu, promosi terus dilakukan melalui cipta karya dengan persembahan menu-menu yang baru dan unik. Rektor Unipa Surabaya H. Sutijono menyatakan, salah satu pemasaran yang paling efektif untuk menjaring masyarakat yaitu melalui event yang dilakukan di tempat terbuka seperti halnya di mall atau pusat pusat perbelanjaan. Hal itu diungkapkan dalam pembukaan acara tersebut di BJ Junction, Jumat (30/5).

Menurut Sutijono, belajar dari ajaran Ki Hajar Dewantara dengan 3N (niteni, nirokno, nambahi), tentunya bukan untuk plagiat tetapi dari apa yang sudah ada perlu di kembangkan lagi agar semakin baik. “Exotic of See World” merupakan tema yang sangat bagus, seperti ikon Kota Surabaya dengan ikan Sura dan Buayanya. Tentunya ini mengarah pada kekuatan Kota Surabaya.

“Tema ini mengaplikasikan visi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yaitu menghasilkan kader bangsa yang berperilaku keilmuan dan professional, yang berjiwa wirausaha dan berbasis riset. Apa yang dilakukan oleh mahasiswa Tata Boga angkatan 2010 ini sudah melalui riset tersebut. Prodi PKK Tata Boga bisa mengaplikasikan kewirausahaan. Tentunya, selama proses belajar mahasiswa di bekali ilmu teori maupun praktik agar nantinya bisa menghasilkan kader yang hebat di bidangnya.”Imbuh Sutijono

Gelar cipta karya Boga Unipa Surabaya pada tahun 2014 ini mengangkat kreasi olahan dari kekayaan laut baik perikanan dan kelautan. Mulai rumput laut, cumi-cumi, ikan tuna dan sebagainya yang diolah menjadi menu pembuka (appetizer), menu utama (maincourse), dan penutup (deesert). Ada 22 peserta yang mengikuti lomba gelar cipta karya ini. Nah, semua olahan dari mahasiswa tentunya tidak boleh menghilangkan kandungan gizi, protein, dan mineral yang ada dalam bahan tersebut. Terang Meida Ketua Panitia acara ini.

Sementara itu, Yunus Karyanto dan Diana Evawati yang bertanggung jawab sebagai juri acara mengaku sangat bingung karena hasil yang dibuat mahasiswa sangat bagus dan kreatif. Namun yang terbaik harus tetap ditentukan. Dengan berdasar pada kriteria tekstur, rupa, rasa, dan kreatifitas tampilan. Dan pemenang untu kategori  menu pembuka (appetizer) adalah empek-empek cuko mackerel dengan chef Rina Asmaul, Menu utama (maincourse) yaitu  Romantik Eifel dengan chef citra dewi, dan kategori hidangan penutup (deesert) adalah  smooth n cool dengan chef Meida.

Yunus karyanto menerangkan diakhir acara akan ditampilkan cooking class oleh chef Heri Susanto dari tabloid Nova. Dalam display tersebut akan ditampilkan empat masakan seperti brounis kacang mede, nasi panggang sardine, ikan sardine potapo koroke dan es pisang sagu mutiara. Tidak hanya belajar masak bersama tetapi resepnyapun akan dibagikan kepada semua undangan. (rohma)


  • Akademik
  • Humas