Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

SURABAYA- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya kembali menggelar wisuda semester gasal tahun akademik 2013-2014. Sidang senat terbuka wisuda pascasarjana, sarjana, dan diploma tersebut berlangsung dengan khidmat yang melibatkan mahasiswa FKIP, Fak. Mipa, Fak. Teknik, Fak. Ekonomi. Kebidanan, dan Pascasarjana.  Momentum ini sebagai salah satu keikutsertaan Unipa Surabaya  dalam mencetak kader-kader bangsa yang berkompeten dan berkarakter. Sejak tahun 1971 hingga sekarang merupakan sebuah bukti eksistensi Unipa Surabaya dalam dunia pendidikan. Acara ini dihadiri oleh Koordinator Kopertis Wil. VII Jatim Prof. Ali Maksum, Ketua PGRI Prof Jatim Ikwan, Pendiri, Pengurus PPLP PT PGRI Surabaya, Dewan penyantun, Anggota Senat, dan Pimpinan-pimpinan di lingkungan Unipa Surabaya, Para wali mahasiswa dan Civitas akademika Unipa Surabaya.  Hal itu diungkapkan Rektor Unipa Surabaya H. Sutijono. Dalam acara wisuda yang dilaksanakan di Gramedia Expo, Minggu (25/5)

Menurut H. Sutijono, dengan selalu mengingat sejarah dimana masa sulit yang dialami Unipa Surabaya di masa lalu menjadikan Unipa terus belajar dan belajar agar bisa menjadi perguruan tinggi yang tangguh dan mandiri. Hal tersebut seperti apa yang disampaikan sekertaris pelaksana kopertis VII Ali Maksum bahwa Unipa Surabaya kini berada di urutan 50 besar terbaik di Jawa Timur. Semua ini berkat dari buah kerja keras dari seluruh elemen yang ada di Unipa Surabaya.

“Kini Unipa Surabaya telah melakukan akreditasi institusi. Selain itu, Unipa juga menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), PSKGJ,  Proses PPG, dan Kerjasama dengan 8 institusi luar negeri dan 32 institusi dalam negeri. Hal dimaksudkan kedepan Unipa akan lebih berkembang.”Terang Sutijono.

Sementara itu,  Prof. Ali Maksum Sekretaris Kopertis VII mengungkapkan bahwa pendidikanlah satu-satunya jalan untuk membenahi bangsa ini. Seperti yang kita ketahui bahwa kualitas pendidikan kita belum membanggakan dan ini menjadi tugas kita semua untuk terus membuat inovasi. Sementara ini yang menjadi sorotan adalah problem kompetensi dan  distribusi yang menghambat kemajuan pendidikan.

Hj. Dwi Retnani Dekan FKIP menambahkan, ada sekitar 500 peserta yang mengikuti wisuda baik Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma. Tentunya mereka dari pendidikan dan non pendidikan yang ada di Unipa Surabaya. kegiatan ini merupakan rangkaian dari aktivitas dari diesnatalis Unipa Surabaya ke 43. Dengan tema “melalui dies Unipa Surabaya ingin mewujudkan menjadi Perguruan Tinggi yang mandiri dan bermartabat”. Sehingga, seluruh aktifitas dan orientasi kedepan diarahkan kesana. Hingga ketika mencermati isi orasi ilmiah tentang kemandirian budaya suatu bangsa tentunya dimulai dari mewujudkan kemandirian dan martabat. Hal itu, tentunya harus dimulai dari yang kecil. Untuk itu perlu usaha keras untuk sampai disana.


  • Akademik
  • Humas