Secondary Nav

Menu

Berita Kampus

BERAKSI: tampil PD saataudisi voice jockey competition.

 

SURABAYA-Tampil luar biasa dihadapan para dewan juri, itulah harapan dari para peserta voice jockey competition di Unipa Surabaya, Minggu (4/5). Memang tidak mudah harus tampil berbicara dengan full English apalagi di depan parajuri yang setiap saat melihat segala aktifitas kita. Selain bikin deg-degan membuat konsentrasi bubar dan materi dalam ingatan menghilang seketika, tapi itu semua adalah tantangan untuk para pemenang.

Menurut Leda Ketua umum ESU, ajang kompetisi ini digelar tingkat Jawa Timur dengan menggandeng siswa SMA sederajat. Ada sekitar 53 peserta yang mengikuti voice jockey competition. Mereka dating dengan didampingi para gurunya. Ini bukanlah kali pertama Hima Bahasa Inggris (ESU) mengadakan acara seperti ini. Kebetulan english fair kali ini untuk memperingati akhir kepengurusan. Dalam English fair ini ada beberapa rangkaian acara salah satunya voice jockey competition kalau periode lalu presenter contes. Nantinya, peserta akan mengikuti audisi untuk pemilihan 10 besar kemudian 3 besar terbaik, itu yang nantinya akan ditampilkan di atas panggung. Dalam kompetisi ini akan diambil juara I, II, dan III.”Terang Leda.

Leda menambahkan, criteria penilaian dalam kontesiniya itu berkaitan dengan kelancaran berbahasa inggris, materi yang dibawakan, dan konsep. tema VJ ini adalah nasionalis jadi terserah peserta mau ambil tema apa asal masih berada dalam koridornya.

Menurut Dwi Retnani Dekan FKIP Unipa Surabaya, saat ini sudah menjadi tuntutan mau tidak mau kita harus memasuki era global, diantaranya penguasaan bahasa ini menjadi suatu tuntutan tetapi bahasa nasional kita juga harus dikuasai jangan sampai dikesampingkan. Event ini belum bersifat nasional masih regional tetapi kembali pada moto global thinking and local exion. Jadi harus berpikir global dengan melakukan aktifitas dari yang kecil. Acara ini adalah bagian representasi dari itu. 
Kita melakukan lomba sekaligus mengempower anak-anak tingkat SMA atau masyarakat untuk menguasai bahasa asing. Apa yang dilakukan mahasiswa ESU semoga bias menjadi memotivasi prodi yang lain untuk berkiprah karena sebagai mahasiswa tidak hanya duduk di bangku kuliah saja tetapijuga harus belajar dari hal lain sekaligus melakukan hal yang bermanfaat buat masyarakat.” Terang Dwi Retnani. (rohma)


  • Akademik
  • Humas