Loading

Berita Kampus

UNIPA Surabaya Siapkan Diri Untuk Akreditasi Instituti Perguruan Tinggi
14/Juni/2017
Category: berita kampus

NARASUMBER: Dr. Kh. Abdul Wahid Maktub staf khusus Menristekdikti saat menyampaikan materi terkait mutu perguruan tinggi.

 

Surabaya- Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya selenggarakan Forum Silaturahmi dan Diskusi di gedung Soelaiman Joesoef  Dukuh Menaggal Surabaya yang dihadiri langsung oleh staf khusus Menristekdikti Dr. Kh. Abdul Wahid Maktub. Dalam Forum tersebut membahas terkait “Kebijakan Kemenristekdikti dalam Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Swasta”. Ini  sesuai dengan kebutuhan Unipa Surabaya yang sedang mempersipkan diri untuk AIPT (Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi),” ungkap Rektor Unipa Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MM., DBA ditemui usai acara.

Unipa Surabaya sedang mempersiapkan diri untuk AIPT, keinginan besar akreditasi perguruan tinggi bisa meningkat. Oleh karena itu, sumbangsi dari berbagai pihak diperlukan untuk dapat memberikan pencerahan guna meningkatkan mutu dari semua segi termasuk spiritual,” jelas  Djoko AW.

Menurut Djoko untuk meningkatkan mutu tersebut berbagai upaya sudah dilakukan Unipa mulai kurikulum yang sudah KKNI, pembekalan mahasiswa dll. Di sisi lainnya mereka juga melakukan praktik-praktik di luar Unipa bahkan ada yang menjadi suatu tren.

Istimewa sekali, banyak tips yang disampaikan oleh staf khusus Menristekdikti dalam forum diskusi, Senin, (12/6). Ada dua tantangan yang harus menjadi perhatian perguruan tinggi. Pertama, mengubah budaya mutu, kedua perbaikan infrastruktur, standar-standar, sistem pembelajaran, dan laboratorium. Menurutnya, ini tidak sulit asal ada kemauan, sudah banyak contoh-contoh perguruan tinggi yang bermutu baik ditingkat regional maupun nonregional.

“Selain itu, dalam waktu 2,5 tahun ini, ada 3 perguruan tinggi yang masuk dalam 500 universitas kelas dunia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. Perguruan tinggi tersebut memiliki publikasi, paten, riset, kerjasama, dan jaringan yang luas. Kemajuan itu dicapai karena ada pendekatan baru, semangat baru, dan kesadaran baru. Tantangan baru dengan jawaban yang baru bukan dengan cara lama yang sudah tidak lagi relevan,” tambahnya.

Maktub menghimbau agar pembaharuan dan inovasi harus terus menerus dilakukan, jangan lagi menggunakan cara lama. Kemajuan pemikiran ini harus ditularkan kepada seluruh elemen baik penyelenggara, yayasan, rektor, dosen, dan mahasiswa.

Menurutnya, sekarang ini kita mengarah pada vokasi dan profesi. Jadi, banyak prodi yang akademik thinking,  seperti ilmu sosial yang berlebihan hendaknya dikurangi, prodi yang termasuk dalam bidang STEM harus didorong, seperti Science, Teknologi, Engineering, Dan Matematika. Sekarang prodi ini sedang dibutuhkan dalam dunia kerja sehingga akan menjadi relevan karena dihubungkan dengan industri dan community atau masyarakat.

Universitas tidak hanya sekadar universitas saja tetapi harus bisa membaca, mengolah kebutuhan dan tantangan yang ada di industri atau dunia kerja dan masyarakat. Untuk itu diperlukan kerjasama antara universitas, industri pemerintah, dan juga swasta.

Dalam forum silaturahmi dan diskusi kali ini dihadiri oleh Ketua PPLP PT PGRI Surabaya Dr.Iskandar Wiryokusumo, MSc, Pendiri Unipa Surabaya, Wakil Rektor I, II, dan III Unipa Surabaya, Dekan dan Kaprodi di lingkungan Unipa Surabaya. (*)
lampiran : tidak ditemukan