Loading

Berita Kampus

Prodi PPKn Unipa Gelar Dialog Hari Lahir Pancasila
09/Juni/2017
Category: berita kampus

NARASUMBER: keempat narasumber dalam dialog Hari Lahir Pancasila .

Surabaya- Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya gelar Dialog Hari Lahir Pancasila yang dilangsungkan di gedung Sardjijo Kampus II Dukuh Menanggal, Kamis, 8 Juni 2017. Dalam dialog yang bertajuk “Aku Indonesia, Aku Pancasila, Aku Pilar Karakter Bangsa” ini menghadirkan 4 (empat) narasumber pakar wawasan kebangsaan. Mereka antara lain Drs. Djoko Adi Waludjo, ST., MT (Rektor Unipa Surabaya), Prof. Dr. Gempur Santoso, M.Kes (Guru Besar Unipa Surabaya), Dr. Sunu Catur Budiono, M.Hum (Pengamat Budaya Indonesia), dan Dr. Suhari, SH., M.Si (Dekan FKIP Unipa Surabaya).

“Dialog ini digelar guna mengingat dan memaknai Pancasila,” ungkap Wakil Rektor III Unipa Drs. Pungut Asmoro, ST., MT dalam pembukaan acara. Pungut juga menghimbau agar dialog dan peringatan upacara Hari Lahir pancasila dapat dilaksanakan rutin setiap tahun. Pungut juga mengatakan Indonesia kaya akan keragaman untuk mempersatukannya diperlukan ideologi yang didasarkan Pancasila.

Berbagai pandangan disampaikan para narasumber, mulai penjabaran rumusan Pancasila beberapa tokoh oleh Dekan FKIP, 7 sikap kebajikan yang meliputi empati, hati nurani, kontrol diri, hormat, peduli oleh Prof Gempur, nilai-nilai Pancasila yang masih belum sepenuhnya dijalankan generasi oleh Sunu Catur dan Pancasila yang harus dilihat secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis agar paham benar history Pancasila oleh Djoko AW.

Djoko AW mengatakan, sebagai perguruan tinggi harus berperilaku benar, dialog sebagai jalan untuk mendapat informasi yang benar dari kenyataan-kenyataan ada. Segala hal perdebatan dikaji melalui dialog dan ke depan Unipa akan mendirikan pusat kajian tentang Pancasila di universitas. “Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia tentunya kita harus sadar bahwa bangsa ini multivarian, multiagama dsb,” tambahnya.  

“Sebagai negara berkembang dengan globalisasi, tentunya tidak ada batas wilayah semua bebas bergerak maka perlu suatu bintang pengarah bagi bangsa Indonesia yaitu Pancasila,” ungkap Djoko. Menurutnya, dengan dialog akan menambah pengetahuan dan wawasan kebangsaan para mahasiswa Unipa khususnya selain melatih pola pikir kritis dan cinta terhadap tanah air.

BACA PUISI: Mahasiswa dari Mentawai, Madura, Flores, Papua, dan Jawa mengenakan pakaian adat daerah masing-masing.
Sementara itu, Yohanes Satrio Panggut mahasiswa prodi PPKn angkatan 2014 mengatakan, masih banyak yang belum memahami Pancasila sehingga mengamalkannya pun juga belum maksimal. Dalam dialog perdana yang diikuti 270 peserta ini dikupas tuntas tentang nilai-nilai Pancasila dari berbagai pakar. Setelah ini nilai tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan. (*)
lampiran : tidak ditemukan