Loading

Berita Kampus

Cegah Kekerasan Seksual Anak Usia Dini Melalui Media Pop-up
09/Juni/2017
Category: berita kampus

MENGGUNTING:Peserta workshop melakukan menggunting media pop up.

Surabaya-  Kekerasan seksual anak usia dini semakin meningkat dari waktu ke waktu. Sudah sepatutnya ini menjadi kewaspadaan kita semua. Walaupun pemerintah telah menjamin hak anak untuk mendapat perlindungan sesuai UUD 1945 Pasal 28 B ayat (2) dan Inpres No 5 Tahun 2004 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak Usia Dini. Akan tetapi peraturan tersebut tidak memberikan efek jera pada pelaku kejahatan kekerasan. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mencerdaskan anak bangsa guna mampu melindungi dirinya sendiri.

Anies Listyowati, S.Pd., M.Pd dosen Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya telah menciptakan karya yang apik untuk mencegah kekerasan seksual pada anak usia dini melalui media pop-up.

Banyak anak usia dini yang menjadi koran kekerasan baik secara fisik, emosional, verbal, maupun seksual, penelantaran, eksploitasi, perlakuan salah, diskriminasi, dan perlakuan tidak manusiawi lainnya, baik yang berlangsung dengan disadari maupun yang tidak disadari. Hal inilah yang mendorong Anis Listyowati membuat media pencegahan buku pop-up tersebut.

Melalui media ini anak dapat belajar secara langsung bagaimana sikap yang seharusnya dilakukan apabila mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang asing. Selain itu, anak juga akan mengenal orang-orang yang ada di lingkungan terdekatnya, mulai keluarga, sekolah,  dan masyarakat.

Karya lulusan S-2 PG-PAUD Universitas Negeri Jakarta ini dilengkapi pula dengan audio sehingga anak-anak akan tertarik saat memainkannya karena saat ditekan akan terdengar suara saat mendapat sentuhan baik dan sentuhan tidak baik dari orang lain. Belajar akan lebih menyenangkan dengan gambar-gambar yang mudah dibaca anak-anak dan berbagai permainan-permainan yang dapat mengasah otak anak menjadi lebih kritis.

Kekerasan terhadap anak paling banyak terjadi di lingkungan terdekat anak dan dilakukan oleh anggota keluarga sendiri. Banyak fakor penyebab kekerasan ini mulai sosial- ekonomi, psikologis, pendidikan, budaya, politik, dsb. “Semua teraktualisasi secara masif  dalam bentuk tindakan traumatik pada anak baik secara fisik maupun mental,” terang dosen PG-PAUD Unipa Surabaya tersebut.

Menurut Anies media buku cerita pop-up interaktif ini sangat penting sebagai pegangan setiap guru dan lembaga PAUD dan Sekolah Dasar. Karena, dalam media tersebut menggunakan materi yang sesuai panduan pencegahan kekerasan seksual pada anak usia dini. Selain dapat mengajarkan pada guru dan orang tua cara melakukan sex education yang tepat bagi anak.

“semoga melalui media pop-up akan membuat anak paham cara melindungi diri sehingga dapat  menekan angka kejadian kekerasan seksual pada anak,” ungkap perempuan kelahiran Surabaya yang baru saja menggelar workshop perdana pelatihan pembuatan buku cerita pop-up beraudio untuk pencegahan kekerasan seksual pada anak usia dini yang diikuti guru-guru PAUD se-Jawa Timur dan mahasiswa Unipa Surabaya yang berlangsung di Gelora Hasta Brata Adi Buana pada 7 Juni 2017 kemarin. 

lampiran : tidak ditemukan